Menurutnya, Indonesia memiliki potensi biodiversitas keanekaragaman hayati genomic yang luar biasa. Hal inilah, kata budi yang dicari oleh seluruh dunia.
“Ini dicari seluruh dunia, menjadi sumber genetik yang akan menentukan obatnya apa dan treatment-nya apa, Kita membangun transformasi kesehatan di bidang biologi. Pertama kali di ASEAN. Ini akan menentukan ke depan industri kesehatan karena bisa mengobati 270 juta rakyat dengan treatment yang pas,” tuturnya.
Sementara itu, ahli epidemiologi dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman mengungkapkan adanya produksi, riset serta pengembangan vaksin merupakan sebuah investasi bagi suatu negara dalam merespons suatu pandemi, baik yang terjadi pada saat ini maupun ke depan. Menurutnya, hal ini penting bagi negara sebesar Indonesia.
“Indonesia ini penduduknya besar, lokasinya strategis, dan membuat kita ini jadi banyak disinggahi wisatawan asing yang tentunya bersamaan dengan kedatangan dan tingginya mobilitas itu membawa risiko yang tinggi. Selain itu, lokasi kita juga dalam red zone untuk new emerging disease, artinya kita memerlukan sekali adanya kemandirian dalam produk vaksin apapun platformnya. Dan messenger RNa sebagai platform yang kita tahu selain efektif untuk COVID-19 tapi juga punya potensi atau prospek untuk ke depan untuk pngembangan vaksin penyakit lainnya,” ungkapnya.
Lebih jauh, Dicky menjelaskan dengan pembangunan pabrik tersebut yang melibatkan badan riset nasional dalam pengembangannya, akan membuat adanya transfer teknologi yang akan sangat bermanfaat bagi industri kesehatan di dalam negeri di masa depan. Menurutnya, hal ini bisa menjadikan Indonesia menjadi salah satu produsen besar vaksin di tingkat global
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.