Share

Harga Minyak Anjlok, Ancaman Resesi Bikin Permintaan Bahan Bakar Berkurang

Antara, Jurnalis · Selasa 11 Oktober 2022 07:54 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 11 320 2684558 harga-minyak-anjlok-ancaman-resesi-bikin-permintaan-bahan-bakar-berkurang-XgPqiVqFAB.jpg Harga Minyak Mentah Turun. (Foto: Okezone.com/Reuters)

NEW YORK - Harga minyak menurun hampir 2% pada akhir perdagangan Senin. Penurunan ini menghentikan kenaikan dalam lima sesi berturut-turut.

Harga minyak turun karena investor khawatir awan badai ekonomi dapat menandakan resesi global dan mengikis permintaan bahan bakar.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Desember kehilangan USD1,73 atau 1,8% menjadi USD96,19 per barel di London ICE Futures Exchange. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November tergelincir USd1,51 atau 1,6% menjadi USD91,13 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Baca Juga: Terus Naik, Harga Minyak Dunia Bakal Bertahan di Atas USD100/Barel hingga 2023

Kedua harga acuan telah meningkat selama minggu sebelumnya sebagian besar karena ekspektasi pengetatan pasokan global.

Namun, kekhawatiran tentang permintaan di tengah meningkatnya risiko resesi dan apresiasi tajam dolar AS terus membebani pasar.

resesi

Harga minyak turun di tengah komentar dari pejabat Federal Reserve AS tentang kenaikan suku bunga dan pengaruhnya terhadap perekonomian.

Wakil Ketua Fed Lael Brainard mengatakan ekonomi mulai merasakan kebijakan moneter yang lebih ketat, tetapi beban penuh dari kenaikan suku bunga bank sentral tidak akan terlihat selama berbulan-bulan.

Baca Juga: Harga Minyak Meroket Usai OPEC+ Putuskan Kurangi Produksi 2 Juta Barel/Hari

Komentar Brainard mengikuti pernyataan Presiden Fed Chicago Charles Evans bahwa ada konsensus kuat di The Fed untuk menaikkan target suku bunga kebijakan menjadi sekitar 4,5 persen pada Maret dan mempertahankannya di sana.

Baca Juga: 50 Tahun Berkarya, Indomie Konsisten Hidupkan Inspirasi Indomie untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

"Ada lebih banyak malapetaka dan kesuraman dari orang-orang itu dan apa yang akan mereka lakukan terhadap ekonomi, karena mereka tidak begitu yakin bahwa mereka memiliki inflasi yang terkendali, dan itulah permainan makro yang membebani minyak," kata Mitra Again Capital LLC, John Kilduff, dikutip dari Antara, Selasa (11/10/2022).

Harga minyak juga berjuang di bawah penguatan dolar AS, yang naik untuk sesi keempat berturut-turut. Dolar yang lebih kuat membuat minyak mentah lebih mahal bagi pembeli yang memegang mata uang lainnya.

"Keputusan OPEC+ akan berdampak pada pasar pasokan minyak karena pengurangan produksi aktual akan lebih kecil," kata Fitch Ratings.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini