"Karena mahal itu, saya belinya nggak banyak dari tengkulak. Takut nggak habis. Kalau dijual berhari-hari nanti kan nggak seger," ucapnya.
Arif juga bercerita bahwa keadaan lapaknya kini sepi pembeli. Hal itu dikarenakan barang-barang pokok yang mengalami kenaikan, termasuk juga bahan bakar minyak (BBM). Sehingga niat orang belanja keperluan dapur jadi menurun.
"Pembeli sepi. Apalagi di pertengahan tanggal begini. Orang-orang pasti punya keperluan lain. Bayar kredit lah segala macem, jadi belanja ke pasar jadi jarang," tukasnya.
(Taufik Fajar)