2. The Fed Mungkin Perlu Menaikkan Suku Bunga Acuan
The Fed mungkin perlu menaikkan suku bunga acuan lebih dari yang telah resmi ditetapkan, dan soft landing dapat terjadi tetapi itu bukanlah kemungkinan yang paling berpotensi terwujud, kata Dynan, menyebutkan bahwa kemungkinan bahwa AS akan memasuki resesi pada 2023 mencapai dua pertiga.
Dynan memproyeksikan bahwa tingkat pengangguran akan memuncak tahun depan di angka 5,5%, lebih tinggi dari proyeksi median The Fed yaitu 4,4% per akhir 2023, sebagaimana disampaikan dalam proyeksi ekonomi kuartalan terbaru The Fed.
3. Dunia Saat Ini Tidak Baik-Baik Saja
Dunia saat ini tidak baik-baik saja. Pemulihan ekonomi global akibat pandemi Covid-19 yang diharapkan tidak berjalan maksimal.
Dunia baru ingin bangkit dari pandemi, namun kembali dihadapkan dengan masalah perang Rusia-Ukraina yang tidak kunjung selesai.
Dampak perang Rusia-Ukraina sangat meluas, efeknya yaitu krisis pangan, energi hingga keuangan yang sudah melanda di berbagai negara.
Selain pandemi Covid-19, perang dan krisis pangan, kini dunia juga dihadapkan dengan ancaman lonjakan inflasi hingga perubahan iklim.
Hal inilah yang disebut sebagai badai ekonomi atau istilah yang dipakai pejabat negara yaitu perfect strom.
Dengan adanya badai hebat ekonomi ini menimbulkan ancaman resesi global 2023.
Banyak negara ekonominya akan runtuh, masyarakat dunia kelaparan hingga jeratan utang yang sangat besar.
Lembaga keuangan internasional seperti International Monetary Fund (IMF) dan World Bank pun sudah memperingatkan ancaman resesi global 2023.
"Ada risiko dan bahaya nyata dari resesi dunia tahun depan," kata Presiden Bank Dunia David Malpass.