Adapun dia mengatakan kalau perputaran uang di sektor riil tersebut sangat besar dan cepat sehingga bisa meledak.
"Maka lahirlah problem ekonomi yang istilahnya canggih, ada inflasi, stagflasi, resesi, depresi dan yang lainnya," bebernya.
Menurutnya, semua yang terjadi itu berawal dari bunga.
"Yang bikin gue termenung semua ini berawal dari bunga," ucapnya.
"Sesuatu yang oleh ajaran islam ditentang dan diharamkan," lanjutnya.
Dia menambahkan kalau apa yang diungkapkan adalah hasil dari pembelajaran dengan pakar ekonomi islam.
Sebelumnya, Presiden Bank Dunia David Malpass menyampaikan bahwa ekonomi global sangat dekat dengan resesi, karena inflasi tetap tinggi, suku bunga naik, dan beban utang yang meningkat menghantam negara-negara berkembang.
"Kami telah menurunkan perkiraan pertumbuhan 2023 kami dari 3,0% menjadi 1,9% untuk pertumbuhan global, itu sangat dekat dengan resesi dunia," kata Malpass pada konferensi pers selama pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia dikutip Antara pada Jumat (14/10/2022).
"Semua masalah yang diperhatikan orang, masalah inflasi, kenaikan suku bunga, dan pemutusan aliran modal ke negara berkembang sangat memukul orang miskin," tambahnya dengan menyoroti penumpukan utang negara-negara berkembang.
Dia menyebut resesi dunia bisa terjadi dalam keadaan tertentu.
(Zuhirna Wulan Dilla)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.