Dengan lebih dari 800 Outlet di 45 kota di Indonesia, Kopi Kenangan telah mempekerjakan lebih dari 5.000 tenaga kerja dan konsisten menerapkan Sistem Jaminan Halal (SJH), serta berhasil meraih penghargaan “The Best Halal Assurance System Implementation” untuk kategori restoran di acara LPPOM MUI Halal Award 2022.
Akhirnya pada tahun ini, setelah tertunda akibat pandemi Covid 19, Kopi Kenangan telah melebarkan sayapnya untuk go-internasional menembus pasar regional, dimulai dengan gerai pertama di Malaysia.
Dalam sambutannya, Sandiaga juga menyampaikan apresiasi atas upaya yang dilakukan oleh Restoran Sari Ratu untuk terus mengembangkan bisnis kulinernya di luar negeri dan mempromosikan kelezatan kuliner Indonesia dan makanan khas Indonesia, yang akhirnya dikenal sebagai Makanan Indonesia, Nasi Padang Otentik standar internasional.
"Kemenparekraf juga akan mendorong akses pembiayaan dan promosi bumbu dan rempah Indonesia di luar negeri, tentunya diperlukan kolaborasi dan koordinasi yang lebih optimal lagi dengan Kementerian atau Lembaga lainnya,”Ujar Sandiaga.
Pembukaan Gerai Kopi Kenangan Internasional Pertama dan cabang Restoran Sari Ratu di Malaysia secara simbolis dilakukan oleh Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/ Baparekraf, Ibu Ni Made Ayu Marthini dan disaksikan oleh Ketua Umum HIPPINDO Budihardjo Iduansjah, President Malaysia Retail Chain Association (MRCA) Mr.Sharan J.Valiram, Direktur Akses Pembiayaan Kemenparekraf/Baparekraf, Anggara Hayun Anujuprana, dan Direktur Pemasaran Pariwisata Regional I, Raden Wisnu Sindhutrisno.
Ni Made Ayu Marthini berharap semoga kedepannya lebih banyak lagi pembukaan cabang Restoran Sari Ratu di Malaysia dan negara lainnya dan diikuti oleh Restoran Indonesia lainnya di seluruh dunia untuk memperkuat etalase kuliner di Indonesia di luar negeri khususnya dalam mendukung program Indonesia Spice Up the World.
Direktur Sari Ratu Sendirian Berhad (Sdn.Bhd) Maryadi Aryo Laksmono mengatakan bahwa masih terbatasnya akses pembiayaan merupakan masalah utama bagi para pelaku usaha restoran Indonesia yang akan mendirikan atau membuka cabang diluar negeri, khususnya untuk bangkit di masa pasca pandemi saat ini.
Selain itu, Kemenparekrekraf pada saat ini sedang mencari model bisnis bersama dengan brand restoran asli Indonesia lainnya seperti Sate Khas Senayan, Bakmi GM, Es Teler 77, dan lain-lain.
“Saat ini kami mencoba untuk memfasilitasi akses pembiayaan alternatif untuk membantu restoran Indonesia di Luar Negeri, misalnya dari Fintech Equity/Securities Crowdfunding yang telah berizin dari OJK, juga dari beberapa investor dan Venture Capital, diharapkan dapat mempercepat pencapaian target program Indonesia Spice Up the World ini ” Ujar Direktur Akses Pembiayaan Kemenparekraf, Anggaran Hayun Anujuprana.
(Taufik Fajar)