“Ketika saya mendorong ke depan, salah satu kendalinya justru mendorong ke belakang,” jelas Griffith.
“Sekarang yang bisa saya lakukan hanyalah 360 (berputar)," tambahnya.
Sementara, di atas kapal di permukaan laut, Rush mempertimbangkan untuk memetakan ulang alat kendali Griffith.
“Ini tidak akan mudah,” katanya.
“Saya pikir kita tidak akan berhasil.
Kami berada 300 meter dari Titanic dan yang bisa kami lakukan hanya berputar-putar," lanjutnya.
Di mana untuk solusi yang didapat Rush sangat sederhana dengan menahan alat kendali dengan cara lain.
Setelah mengetahui bahwa belok kiri pada alat kendali ternyata menggerakkan kapal selam ke depan, dia menyimpulkan bahwa memutar alat kendali 90 derajat searah jarum jam akan memungkinkan kapal selam untuk maju.
Usai melewati ubin warna-warni, piring-piring, hingga sebuah wastafel di antara puing-puing itu, mereka mencapai tujuan tersebyt.
Terlihat haluan Titanic yang menjadi ikon romansa antara tokoh fiksi Jack dan Rose dalam film.
Mereka berswafoto. Setelah itu, sisa waktu di dasar laut dihabiskan untuk menjelajahi haluan dan puing-puing Titanic sebelum naik ke permukaan.
Sebagai informasi, mereka butuh waktu beberapa bulan untuk menganalisis data yang mereka kumpulkan dari video, tetapi misi itu terasa memuaskan bagi mereka.
Begitu keluar dari kapal selam itu dan kembali ke kapal laut, Rojas menyeka air matanya.
“Dulu saya merasa perlu melakukan ini untuk melengkapi hidup saya. Sekarang saya merasa lengkap," pungkasnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.