Share

Kisah Chung Ju-yung, Dulunya Hanya Pekerja Serabutan yang Bisa Dirikan Hyundai

Destriana Indria Pamungkas, MNC Portal · Senin 31 Oktober 2022 10:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 31 455 2697760 kisah-chung-ju-yung-dulunya-hanya-pekerja-serabutan-yang-bisa-dirikan-hyundai-gTPoq3lNfh.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA- Kisah Chung Ju-yung, dulunya hanya pekerja serabutan yang bisa dirikan Hyundai. Hyundai merupakan perushaan otomotif terbesar dari Korea Selatan yang banyak menghadirkan mobil listrik. 

Mobil listrik dinilai memiliki banyak kelebihan, salah satunya ramah lingkungan dan lebih hemat. Untuk itu, sejumlah perusahaan besar tengah berlomba-lomba dalam menciptakan mobil listrik. Salah satu perusahaan yang tengah giat membuat mobil listrik adalah Hyundai.

Di balik kesuksesan perusahaan Hyundai, rupanya ada sebuah kisah kegigihan dari pendirinya. Berikut Kisah Chung Ju-yung, Dulunya Hanya Pekerja Serabutan yang Bisa Dirikan Hyundai.

Kisah Chung Ju-yung, dulunya hanya pekerja serabutan yang bisa dirikan Hyundai , dengan kerja keras dengan bantuan dari pemerintah.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Chung adalah putra seorang petani miskin di Tonchon, Provinsi Kanwon di Korea Utara. Anak tertua dari tujuh bersaudara, Ia lahir pada tahun 1915 di Korea kolonial Jepang dan memiliki sedikit pendidikan formal. Meski begitu ia bercita-cita menjadi guru sekolah dan mengikuti kelas di sekolah Khonghucu ketika ia memiliki waktu luang. Bisnis pertamanya adalah menjual kayu bakar di kota terdekat. Ketika dia berusia 16 tahun dia melarikan diri ke kota Kowon dan bekerja berjam-jam di sana sebagai pekerja konstruksi, dengan senang hati mencari uang secara mandiri.

Ketika dia berusia 18 tahun dia mencuri sapi ayahnya dan menjualnya dan menggunakan uang itu untuk tiket kereta api ke Seoul untuk menghasilkan kekayaannya. Kemudian dia mengembalikan 1.000 ekor sapi ke Korea Utara sebagai tanda terima kasih.

Chung datang ke Seoul saat remaja pada tahun 1930-an. Setelah tiba di Seoul, Chung mendaftar di sekolah pembukuan lokal dengan harapan dapat memulai karir sebagai akuntan. Setelah dua bulan ayahnya menemukannya dan menyeret pantatnya kembali ke Asan.

Chung melarikan diri lagi dan kali ini tidak kembali untuk beberapa waktu. Dia belajar beberapa perdagangan, bekerja di dermaga dan sebagai pesuruh untuk penggilingan padi. Dia melakukan pekerjaan konstruksi di Boseong Professional School dan bekerja sebagai tukang di pabrik sirup pati.

Chung memulai karir wirausahanya, mengantarkan beras dari sepeda untuk Toko Beras Bokheung di Seoul.

Dari pengalamannya kerja serabutan, Ju-yung memilih untuk menekuni dunia otomotif dan membuka usahanya sendiri. Usaha yang dibuka Ju-yung merupakan sebuah bengkel truk.

Kesempatan besar mulai datang saat Korea Selatan meredeka dari Jepang pada 15 Agustus 1945. Kala itu, pemerintah Korea Selatan mencari orang-orang yang bisa membangun kembali negara ini setelah Perang Dunia II. Ju-yung lalu mendirikan Hyundai dan Hyundai Civil Industries.

Melalui inilah, Chung Ju-yung bersama Hyundai menjadi pionir perubahan dan perintis globalisasi bagi negaranya. Perusahaannya kini bernama Hyundai Group dan telah memiliki berbagai macam unit bisnis, mulai dari Hyundai Motor, Hyundai Department Store, dan lain-lain.

Perjalanan yang ia lalui tentu tak semulus itu, banyak rintangan dan cobaan silih berganti. Namun, tekat dan semangat besar dari seorang anak petani dengan hidupan pas-pasan mampu merubah nasib dirinya, keluarganya, hingga negaranya.

Demikian Kisah Chung Ju-yung, Dulunya Hanya Pekerja Serabutan yang Bisa Dirikan Hyundai.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini