Salah satu faktor penopangnya adalah sektor konsumsi domestik Indonesia yang kuat.
Airlangga membeberkan bahwa konsumsi domestik Indonesia sebesar 50,38% di triwulan III-2022 bisa menambah daya tahan perekonomian.
"Ketergantungan kita terhadap nilai eksportir hanya sebesar 26,23%. Tentunya gejolak di pasar global ini relatif bisa terendam oleh konsumsi," tambah Airlangga.
Di tambah lagi, dibandingkan inflasi, Indonesia dalam beberapa bulan terakhir condong mengalami deflasi.
Airlangga juga menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia juga berada sedikit di atas angka inflasi.
"Inflasi Oktober 2022 di 5,71% dan pertumbuhan ekonomi di triwulan III-2022 sebesar 5,72%. Kita juga lihat dari sisi investasi ada peningkatan, sehingga penyerapan oleh investor domestik jadi bantalan terhadap keluarnya modal asing," pungkasnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.