Share

AS Guyur Rp310 Triliun Pensiunkan PLTU Batu Bara di Indonesia

Michelle Natalia, MNC Portal · Selasa 15 November 2022 17:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 15 320 2708141 as-guyur-rp310-triliun-pensiunkan-pltu-batu-bara-di-indonesia-q0wixoopZ8.jpg Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Okezone)

BALI - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyepakati pendanaan sebesar USD20 miliar setara Rp310 triliun (kurs Rp15.500 per USD) dari AS untuk mempensiunkan batu bara.

Menanggapi kesepakatan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan menyebut bahwa Indonesia meluncurkan sebuah kemitraan historis dengan para negara-negara dengan pandangan dan pola pikir yang sama, seperti Amerika Serikat (AS) dan Jepang, melalui Joint Energy Transition Partnership.

"Kemitraan ini mendukung target iklim Indonesia yang ambisius melalui upaya kolaboratif dan juga investasi terkait oleh para mitra internasional kami, termasuk memobilisasi USD20 miliar pembiayaan publik dan swasta dalam 3-5 tahun ke depan," ujar Luhut dalam konferensi pers di Nusa Dua, Selasa (15/11/2022).

Memahami agenda yang darurat ini, Indonesia akan mempercepat reduksi di emisi sektor tenaga, menggeser proyeksi puncak emisi ke depan, mempercepat pengembangan energi terbarukan dan meningkatkan efisiensi energi melalui kemitraan internasional, termasuk melalui transfer pengetahuan dan perkembangan teknologi berkelanjutan.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Transisi energi yang adil juga akan mendorong terciptanya lapangan pekerjaan hijau, yang akan bermanfaat bagi komunitas dan kelompok masyarakat yang terdampak langsung ataupun tidak langsung.

"Kita harus berpikir bagaimana transisi energi berimbas kepada komunitas rentan, dan bekerja bersama menuju keuangan transisi yang efektif, untuk mendukung sebuah transisi yang terjangkau menuju masa depan net zero carbon," pungkas Luhut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini