Share

Prioritas KTT G20, BRI Dorong Inklusi Keuangan

Anggie Ariesta, MNC Portal · Rabu 16 November 2022 11:24 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 16 320 2708529 prioritas-ktt-g20-bri-dorong-inklusi-keuangan-UP3c6ggeBO.png Dirut BRI Sunarso (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan inklusi keuangan. Hal ini selaras dengan isu prioritas Presidensi G20 di Bali.

Direktur Utama BRI Sunarso menuturkan bahwa hal tersebut sejalan dengan BRI sebagai salah satu fokus perseroan, sebagaimana salah satu aspirasi BRI untuk menjadi ‘Champion of Financial Inclusion’ pada tahun 2025.

“BRI telah menyiapkan strategi hybrid bank dalam mendorong inklusi keuangan di Indonesia. Strategi tersebut diantaranya yakni melalui Integrasi Ekosistem Ultra Mikro serta memperluas layanan Agen BRILink," ujar Sunarso dalam konferensi pers Pemaparan Kinerja Keuangan BRI Kuartal III Tahun 2022, Rabu (16/11/2022).

Tepat satu tahun keberadaaan Holding Ultra Mikro (UMi) telah memberikan dampak positif terhadap grassroot economy, utamanya pelaku usaha Ultra Mikro. Hal ini ditunjukkan dengan keberhasilan Holding UMi mengintegrasikan 28,1 juta nasabah dengan total outstanding pembiayaan sebesar Rp196,6 triliun. Penabung baru UMi pun telah mencapai 6,9 juta atau melebihi target awal yang sebanyak 3,3 juta.

Untuk co-location Sentra Layanan Ultra Mikro atau “SENYUM” yang memungkinkan nasabah bisa mendapatkan layanan keuangan dari tiga entitas dalam satu tempat, gerai Senyum telah mencapai 1.003 lokasi atau sudah lebih besar dari target awal adalah 978 lokasi Gerai Senyum. Tidak hanya itu, Nasabah PNM Mekaar yang kini tergabung sebagai Agen BRILink sudah mencapai 47,2 ribu.

Khusus untuk Agen BRILink, hingga akhir September 2022 BRI telah memiliki 597.177 agen yang tersebar di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

“Agen-agen ini telah melayani transaksi finansial sebanyak 799 juta transaksi, dengan volume transaksi mencapai Rp963 triliun dalam 9 bulan," jelasnya.

Sunarso juga mengungkapkan bahwa disamping memberikan Fee Based Income bagi BRI sebesar Rp1 triliun, Agen BRILink juga memberikan economic sharing fee yang diterima oleh para agen, yang diproyeksikan dapat mencapai Rp2 triliun sampai dengan Rp3 triliun.

Menutup paparannya, Sunarso mengungkapkan bahwa pihaknya menatap akhir tahun 2022 serta menyambut tahun 2023 dengan optimis.

“Oleh karenanya, BRI akan terus melakukan transformasi yang berkelanjutan untuk mempertahankan kinerja yang prominen, dan dapat terus tumbuh sehat dan semakin Tangguh," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini