Share

G20 Hasilkan Deklarasi Komitmen, Menko Airlangga: Semoga Bermanfaat untuk Seluruh Rakyat

Clara Amelia, Okezone · Kamis 17 November 2022 18:49 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 17 320 2709703 g20-hasilkan-deklarasi-komitmen-menko-airlangga-semoga-bermanfaat-untuk-seluruh-rakyat-B6yxNxcYEV.jpg Menko Airlangga Ungkap soal Deklarasi Komitmen KTT G20. (Foto: Okezone.com/Kemenko Perekonomian)

BALI - KTT G20 Bali sukses secara acara maupun komitmen. Adapun Deklarasi Pimpinan G20 yang diusulkan 11 working groups, 1 Inisiatif, dan 10 engagement group di bawah Track Sherpa sudah disepakati oleh pemimpin negara G20.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang dipercaya untuk memimpin Sherpa Track G20, membahas isu-isu ekonomi non-keuangan, yaitu seluruh isu yang menyangkut energi, pembangunan, pariwisata, ekonomi digital, pendidikan, tenaga kerja, pertanian, perdagangan, investasi, industri, kesehatan, anti korupsi, lingkungan, dan perubahan iklim.

“Saya bersyukur dan terharu, dengan segala dinamika, negosiasi alot, dan kerja keras Track Sherpa selama satu tahun telah terbayarkan. Semoga solusi yang ditawarkan bermanfaat untuk seluruh rakyat Indonesia dan negara-negara di dunia,” ujar Airlangga Hartarto, Kamis (17/11/2022).

Baca Juga: Cerita Unik Sri Mulyani Bertemu Mantan Menkeu yang Kini Jadi Perdana Menteri

Menurut Airlangga, Presidensi KTT G20 Indonesia terbilang tidak mudah, karena dimulai ketika pandemi Covid-19 yang masih berlangsung ditambah konflik Rusia dan Ukraina.

Bahkan, dapat dikatakan Presidensi G20 Indonesia, khususnya KTT G20 Bali merupakan presidensi terbesar sepanjang sejarah. 

Karena dengan tercapainya deklarasi ini dan ditutupnya KTT G20 ini, maka Presidensi Indonesia dapat dikatakan sukses. Dalam penutupan tersebut, Presiden Jokowi telah menyerahkan palu tanda Presidensi G20 kepada Perdana Menteri India, Narendra Modi yang akan memimpin G20 satu tahun ke depan.

"Selamat kepada kepada India yang akan melanjutkan kepemimpinan presiden G20 berikutnya," ujarnya.

Baca Juga: Pasca-KTT G20, Sandiaga Hitung Jejak Karbon di Bali

Hal itu diketahui saat Presiden Joko Widodo menyampaikan sejumlah kesepakatan yang berhasil dibuat bersama para pimpinan yang hadir saat menutup secara resmi perhelatan yang berlangsung di Bali, pada Rabu (16/11/2022) itu.

Presiden Jokowi juga mengaku merasa sangat terhormat dengan jabatan presidensi G20 Indonesia yang berlangsung selama satu tahun terakhir.

Pada sesi penutup itu, Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

"Presidensi kami dimulai dengan harapan untuk menyatukan niat bersama dalam mewujudkan pemulihan dunia yang inklusif dari pandemi," kata Jokowi saat mengawali pidato penutupnya.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Dengan segala proses di tengah situasi yang dinamis, Jokowi mengatakan bahwa selama Presidensi G20, Indonesia telah berusaha sebaik mungkin mencari solusi terbaik di tengah berbagai tantangan baru yang muncul, sehingga dirinya mengaku sangat bersyukur dengan dokumen Deklarasi Para Pemimpin G20 di Bali ini.

"Alhamdulillah hari ini kita dapat mengadopsi dan mengesahkan G20 Bali Leaders Declaration. Ini adalah deklarasi pertama yang dapat diwujudkan sejak Februari 2022," kata Jokowi.

Tak cuma kepada para pimpinan dan undangan yang hadir, Jokowi juga menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua yang hadir yang telah memberikan fleksibilitasnya, sehingga deklarasi dapat disepakati dan disahkan.

Ucapan serupa tak lupa juga disampaikannya kepada seluruh working groups dan engagement groups atas dedikasi, sumbangan pemikiran, dan kontribusinya bagi presidensi G20 Indonesia.

Oleh karena itu, dari semua dukungan tersebut, KTT G20 Bali tak cuma melahirkan Deklarasi Para Pemimpin, namun juga juga menghasilkan concrete deliverables yang berisi daftar proyek kerja sama negara anggota G20 dan negara undangan.

Menurut Presiden Jokowi, proyek kerja sama inilah yang akan membantu membumikan kerja G20 lebih dekat dengan rakyat.

"Ini tujuannya agar G20 tak cuma bermanfaat untuk anggotanya, namun juga bagi dunia, dan utamanya negara-negara berkembang. Let us recover together, recover stronger," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini