Share

Menko Luhut: Tak Ada Kebijakan dari Saya yang Menghancurkan Anak Cucu

Heri Purnomo, MNC Portal · Senin 28 November 2022 17:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 28 320 2716436 menko-luhut-tak-ada-kebijakan-dari-saya-yang-menghancurkan-anak-cucu-bVhaByCXqB.jpg Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan memastikan bahwa kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia melaluinya selalu mementingkan kesehatan lingkungan dan keberlangsung untuk masa yang akan datang.

Hal ini dikarenakan pemerintah juga telah berkomitmen untuk mencapai Net Zero Emission pada 2060 atau lebih cepat, oleh karena itu Indonesia tengah mencoba untuk menggunakan energi terbarukan dan pensiun dini pada PLTU.

"Lingkungan itu sangat penting, karena kami punya komitmen any policy yang keluar dari saya, saya bilang itu adalah untuk the interest of next generation of Indonesia. Tidak ada policy dari saya yang keluar dari saya yang menghancurkan anak cucu saya, anak-anak muda ini,” kata Luhut saat melakukan kunjungan kerja proyek HPAL (High Pressure Acid Leaching) di Sorowako, Sulawesi Selatan dan Pomalaa, Sulawesi Tenggara dikutip melalui siaran pers, Senin (28/11/2022).

Oleh karena itu, Luhut meminta agar proyek HPAL di Sorowako, Sulawesi Selatan dan Pomalaa, Sulawesi Tenggaraini memperhatikan kepentingan lingkungan sehingga dapat memperkuat posisi Indonesia dalam mata rantai nilai energi hijau untuk memasok pasar Indonesia dan dunia dengan memiliki material berkualitas tinggi dan berkelanjutan.

"Kami meminta agar proyek ini menyeimbangkan operasi komersial dengan keberlanjutan. Kita harus terus menjaga lingkungan dalam operasi, melalui praktik pertambangan yang baik dan konservasi," katanya.

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

Selain itu, Menko Luhut meminta agar proyek ini dapat memanfaatkan bakat dan keahlian yang berkelanjutan, yaitu perkembangan sumber daya manusia khususnya pada PT Vale dan PT Huayou. Selain itu, seiring pembangunan proyek HPAL ini dapat memperhatikan perkembangan ekonomi masyarakat sekitar serta mendukung usaha kecil dan menengah lokal agar masyarakat Sulawesi dapat tumbuh bersama.

“Proyek ini harus membangun fasilitas pendidikan, sekolah yang baik dan fasilitas kesehatan yang baik untuk masyarakat, dan untuk keluarga pekerja,” ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini