Share

Harga Emas Tertekan Dolar AS, Hari Ini Dijual USD1.740/Ounce

Antara, Jurnalis · Selasa 29 November 2022 08:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 29 320 2716747 harga-emas-tertekan-dolar-as-hari-ini-dijual-usd1-740-ounce-8P72SYZIIt.jpg Harga Emas Turun Hari Ini. (Foto: Okezone.com/Freepik)

CHICAGO - Harga emas turun pada akhir perdagangan Senin. Hal ini menghentikan kenaikan tiga hari berturut-turut, karena emas tertekan greenback yang lebih kuat.

Selain itu, pasar juga menunggu lebih banyak sinyal tentang kebijakan moneter Federal Reserve dari data ekonomi utama Amerika Serikat minggu ini.

Baca Juga: Harga Emas Antam Turun Rp1.000 Jadi Rp980.000/Gram

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di Divisi Comex New York Exchange, tergelincir 13,70 atau 0,78% menjadi USD1.740,30 per ounce, setelah diperdagangkan mencapai tertinggi sesi di USD1.763,50 dan terendah di USD1.738,20.

Sedangkan logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 51,5 sen atau 2,4% menjadi USD20,915 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik USD11,50 atau 1,16% menjadi USD999,30 per ounce.

Baca Juga: Naik Rp4.000, Ini Daftar Terbaru Harga Emas Antam

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya naik 0,68% menjadi 106,6810. Dolar AS menguat mengantisipasi pidato dari beberapa pembicara Fed, termasuk Ketua Jerome Powell pekan ini. Demikian dikutip dari Antara, Selasa (29/11/2022).

Presiden Federal Reserve Bank of New YorkJohn Williams mengatakan dalam pidato pada Senin (28/11) di Economic Club of New York bahwa suku bunga perlu naik lebih lanjut dan tetap tinggi hingga tahun depan tetapi dapat diturunkan selama 2024.

Baca Juga: 50 Tahun Berkarya, Indomie Konsisten Hidupkan Inspirasi Indomie untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Williams memperkirakan pengangguran akan naik menjadi 4,5% hingga 5,0 persen pada akhir tahun depan dari 3,7% sekarang, dan inflasi melambat dari tingkat antara 5,0% hingga 5,5% pada akhir tahun menjadi 3,0% hingga 3,5% tahun depan.

Dalam sebuah wawancara dengan MarketWatch, Presiden Fed St Louis James Bullard mengatakan bahwa Federal Reserve perlu menaikkan suku bunga sedikit lebih jauh dan kemudian menahannya di sana sepanjang tahun 2023 hingga 2024 untuk mengendalikan inflasi dan menurunkannya kembali ke target bank sentral AS 2,0%.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini