Share

Penjualan Batu Bara RMK Energy (RMKE) Tembus 1,89 Juta Ton hingga Oktober 2022

Cahya Puteri Abdi Rabbi, MNC Portal · Rabu 30 November 2022 16:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 30 278 2717963 penjualan-batu-bara-rmk-energy-rmke-tembus-1-89-juta-ton-hingga-oktober-2022-SG8kpmohxg.jpg Batu bara. (Foto: IATA)

JAKARTA - Emiten pertambangan batu bara, PT RMK Energy Tbk (RMKE) mencatatkan peningkatan penjualan batu bara hingga Oktober 2022.

Penjualan batu bara RMKE tercatat sebanyak 1,89 juta ton, naik 51,38% secara tahunan.

Angka itu setara dengan 83,41% dari target yang ditetapkan perseroan hingga akhir tahun, yakni sebesar 2,26 juta ton.

“Tambang in-house PT Truba Bara Banyu Enim (TBBE) memberikan kontribusi sekitar 48% ke total volume penjualan batu bara sejak beroperasi pada Februari 2022,” kata Direktur Operasional RMKE William Saputra dalam keterangan resminya, dikutip Rabu (30/11/2022).

 BACA JUGA:5 Perusahaan Batu Bara Terbesar di Indonesia

Sementara itu, hingga Oktober 2022, RMKE mencatatkan pengangkutan batu bara sebesar 6,19 juta ton, naik 24,51% secara tahunan. Raihan itupun telah mencapai 79,14% dari target tahun ini.

Berdasarkan total volume, penjualan batu bara dan jasa batu bara masing-masing memberikan kontribusi sebesar 23,37% dan 76,63% hingga Oktober 2022.

Baca Juga: Hindari Masalah Kesehatan yang Mungkin Timbul Setelah Penerbangan Jarak Jauh

Baca Juga: BuddyKu Fest: Challenges in Journalist and Work Life Balance Workshop

Follow Berita Okezone di Google News

Guna meningkatkan volume batu bara ke depannya, mulai tahun ini RMKE membangun infrastruktur hauling road sepanjang 30 kilometer yang terintegrasi dengan Stasiun Gunung Megang, dengan tujuan membuka akses ke tambang-tambang batu bara potensial di Muara Enim.

Adapun, perseroan menargetkan infrastruktur hauling road ini akan beroperasi secara penuh pada tahun 2023 dan mempercepat distribusi batubara.

“Dengan infrastruktur yang terintegrasi tersebut, RMKE dapat mempercepat tercapainya volume jasa dan penjualan batu bara masing-masing sebanyak 20 juta ton per tahun dan 5 juta ton per tahun,” ungkap William.

Direktur Keuangan RMKE Vincent Saputra mengatakan bahwa, manajemen optimistis pencapaian target operasional akan memberikan dampak positif bagi kinerja keuangan perusahaan, di mana RMKE menargetkan pendapatan usaha sebesar Rp2,5 triliun dan laba usaha sebesar Rp375,40 miliar pada tahun 2022.

“Perseroan secara berkelanjutan juga membuka peluang sinergi dan kolaborasi pada sektor energi untuk meningkatkan volume batu bara, guna menggarap potensi batu bara yang cukup besar di Lahat dan Muara Enim,” kata Vincent.

Sebagai informasi, RMKE membukukan pertumbuhan laba bersih yang signifikan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Perseroan mengantongi laba sebesar Rp296,37 miliar, naik hingga 153,90% dari periode yang sama sebelumnya sebesar Rp116,58 miliar.

Di samping itu, pendapatan usaha perseroan juga tumbuh sebesar 121,66% menjadi Rp1,90 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp859,39 miliar. Adapun, kenaikan kinerja keuangan tersebut didukung oleh peningkatan kinerja operasional perseroan hingga kuartal III 2022.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini