"Susah mau naikinnya. Naik Rp500 aja, pada kabur yang beli. Paling strateginya, saya kurangi bumbu. Pinter-pinter kita aja gimana ngaturnya," jelasnya.
Kemudian, seorang pembeli bahan pokok bernama Ranimenuturkan, semenjak harga telur mahal tidak lagi membeli dalam jumlah banyak, hanya secukupnya.
"Secukupnya aja. Kaya ini tadi saya beli cabe sama bawang merah goceng (Rp5.000). Buat nyambel. Beli telur juga gitu. Buat lauk berdua sama cucu nggak usah beli banyak, mahal juga," katanya.
Rani pun berharap, harga barang pokok perlahan bisa segera melandai.
"Jangan tambah naik, nanti orang susah jadi enggak bisa beli," tandasnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.