Share

Sri Mulyani Bicara Nasib Jakarta setelah Ibu Kota Negara Pindah

Michelle Natalia, MNC Portal · Kamis 08 Desember 2022 11:45 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 08 470 2723002 sri-mulyani-bicara-nasib-jakarta-setelah-ibu-kota-negara-pindah-xW7oNGpuAK.jfif Sri Mulyani Bicara Nasib Jakarta saat Ibu Kota Pindah. (Foto: Okezone.com/PUPR)

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan soal nasib Jakarta saat Ibu Kota Negara resmi pindah ke Kalimantan Timur. Adapun perpindahan ini bukan hanya sekadar proyek.

"Bukan hanya membangun sebuah kota baru, tapi soal mengubah pola pikir para pembuat kebijakan, orang-orang Indonesia, juga para pelaku bisnis untuk bisa menciptakan pembangunan Indonesia sentris yang nyata di luar Jakarta. Terlebih ini sudah 77 Tahun lamanya Jakarta sentris," ujar Sri, dalam Workshop Recycling and Management of State Assets secara virtual di Jakarta, Rabu (8/12/2022).

Baca Juga: IKN Nusantara Jadi Katalis Perbaikan Ketimpangan Indonesia Barat dan Timur

Sri Mulyani mengatakan, perpindahan ini akan membawa tugas-tugas yang menantang. Bukan hanya soal pembiayaan, tetapi aspek-aspek lain seperti lingkungan, sosial, strategis untuk pengembangan ekonomi di masa depan, dan juga bagaimana koneksi dari IKN ini akan terus dikembangkan.

Baca Juga: Gambaran Penduduk, Fasilitas Sekolah hingga Kantor Kecamatan di Ibu Kota Baru

"Sementara di saat yang sama, memastikan bahwa Jakarta tidak akan menjadi penyok ataupun menjadi kurang berharga. Karena suka atau tidak, berbicara soal Jakarta, ini bukan hanya soal gedung-gedung pemerintah, tetapi juga aktivitas pemerintah yang menarik banyak multiplier yang tidak boleh diremehkan," ungkap Sri.

Jakarta yang juga akan didesain ulang, sehingga akan tetap terus hidup dan masih menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang kuat untuk Indonesia, juga menjadi penting.

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

Salah satu aspek yang paling penting baginya adalah bagaimana cara menangani banyak gedung pemerintah ketika sudah mulai berpindah ke IKN.

"Gedung-gedung itu sebenarnya hanya satu hal, sementara di pikiran kami di Kemenkeu, masih banyak hal-hal kompleks lainnya seperti siapa yang harus pindah duluan, berapa banyak yang berangkat duluan, juga soal perumahan mereka, keluarga mereka, sekolah bagi anak-anak mereka. Ini bukan hanya soal berpindah kantor, karena di Kemenkeu kami punya 15 gedung, dan ini berarti di IKN kami harus membangun 15 gedung pula atau lebih sedikit dengan pola kerja yang baru," kata Sri.

Sehingga, dia menekankan bahwa perpindahan IKN ini bukan hanya perkara gedung.

"Tetapi juga orang-orangnya, dan banyak juga aspek lainnya, yaitu keluarga, pendidikan, kesehatan, dan kehidupan sosial. Ini area yang sangat penting bagi kita semua," pungkas Sri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini