Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cerita Perjuangan Kakek Sapar, Berjuang Puluhan Tahun demi Hak di Lahan Negara

Wahyudi Aulia Siregar , Jurnalis-Jum'at, 16 Desember 2022 |11:01 WIB
Cerita Perjuangan Kakek Sapar, Berjuang Puluhan Tahun demi Hak di Lahan Negara
Perjuangan Kakek Sapar berjuang demi hak lahan di negara. (Foto: MPI)
A
A
A

SIMALUNGUN - Kakek Saparuddin (84) menceritakan bagaimana menggarap tanah di lahan PT Perkebunan Nusantara IV di Nagori Bah Kisat, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Kakek Sapar sapaannya, merupakan wakil ketua kelompok 17 yang merupakan penggarap pertama areal lahan tersebut.

Mereka menamakan diri Pendawa Lima dan beranggotakan 17 orang.

"Dulu PTPN masih menanam kebun teh di situ, kemudian baru jadi kepala sawit. Waktu zaman saya, kami menanam sawit juga dulu," kata Sapar, Kamis (15/12/2022).

 BACA JUGA:Mengenaskan, Buruh PTPN VII Bungamayang Lampung Utara Tewas Tergiling Mesin Tebu

Setelah puluhan tahun menggarap, Sapar dan 16 petani lainnya kemudian berdialog dengan PTPN dan menghasilkan kesepakatan.

Penggarap bersedia meninggalkan lahan seluas 65 hektare, namun dengan ketentuan perusahaan menyediakan lahan untuk mereka di tempat berbeda.

Luas lahan pengganti disepakati sekitar setengah dari total luas lahan yang digarap.

Akan tetapi, terjadi persoalan yang menyebabkan kesepakatan itu tidak berjalan mulus.

Para penggarap kemudian memutuskan kembali menduduki areal lahan sebelumnya.

"Jadi kami ramai-ramai balik lagi. Kalau tidak salah itu 1996 kami balik. Namun jumlahnya sudah lebih banyak saat itu," kata Sapar.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement