Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kenapa di Indonesia Masih Banyak yang Miskin? Nomor 1 Gegara Korupsi

Rina Anggraeni , Jurnalis-Senin, 26 Desember 2022 |15:09 WIB
Kenapa di Indonesia Masih Banyak yang Miskin? Nomor 1 <i>Gegara</i> Korupsi
Ilustrasi (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA- Kenapa di Indonesia masih banyak yang miskin menarik untuk diulas.Saat ini persentase penduduk miskin pada Maret 2022 sebesar 9,54%, menurun 0,17% poin terhadap September 2021 dan menurun 0,60% poin terhadap Maret 2021.

Jumlah penduduk miskin pada Maret 2022 sebesar 26,16 juta orang, menurun 0,34 juta orang terhadap September 2021 dan menurun 1,38 juta orang terhadap Maret 2021.

Persentase penduduk miskin perkotaan pada September 2021 sebesar 7,60%, turun menjadi 7,50% pada Maret 2022. Sementara persentase penduduk miskin perdesaan pada September 2021 sebesar 12,53%, turun menjadi 12,29% pada Maret 2022.

Meskipun tingkat kemiskinan menurun, tapi Indonesia belum bisa memiliki masyarakat yang mampu finansial. Berikut alasan kenapa di Indonesia masih banyak yang miskin dirangkum dari berbagai sumber:

1.Banyak korupsi

Kemiskinan harus segera diatasi, jangan saja uang rakyat dipakai korupsi tetapi rakyat juga harus dibina dan dipelihara. Dan semua warga Indonesia harus bisa memahami tujuan awal dari pancasila, yang menjadi dasar bahwa warga Indonesia harus adil dan beradab. Tindakan korupsi juga merugikan negara dan masyarakat.

2. Keterbatasan lapangan pekerjaan

Kurangnya lapangan kerja membuat masyarakat tidak dapat memenuhi kebutuhannya. Jikapun lapangan pekerjaan tersedia, sebagian besar masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat miskin, masih kesulitan untuk mengaksesnya karena keterbatasan pendidikan, keterampilan, atau modal.

3. Tingkat pendidikan Rendah

Tingakt pendidikan yang rendah mengakibatkan seseorang cenderung kurang memiliki keterampilan, wawasan, dan pengetahuan yang memadai. Padahal, dalam dunia kerja maupun dunia usaha, pendidikan adalah modal utama untuk bersaing dalam mendapatkan kesejahteraan. Tingkat pendidikan yang rendah di Indonesia menyebabkan tingginya angka pengangguran, yang pada akhirnya juga menyebabkan kemiskinan terus langgeng.

4. Jarang memanfaatkan potensi sumber daya manusia

Indonesia adalah Negara yang sebenarnya memiliki kekayaan berlimpah seperti sumber daya alam. Namun, hal tersebut tidak dimanfaatkan dengan baik. Banyak sekali warga-warga yang masih belum mendapatkan kehidupan yang layak. Banyak juga di Indonesia pembangunan dilakukan dengan menggusur orang miskin.

Padahal, jika membangun suatu pembangunan yang positif warga-warga yang tergolong miskin tersebut bisa diberikan suatu pekerjaan yang layak tanpa harus korupsi. Tugas besar dari pemerintahan ini seharusnya memberantas kemiskinan bukan memberantas orang-orang miskin.

5. Masih banyak rumah kumuh

Kemiskinan harus sesegera mungkin diberantas, karena tingkat kemiskinan di Indonesia pun semakin tahun semakin membeludak dan sulit juga untuk mengontrol jalannya aktivitas.

Lalu, masih juga banyak rumah-rumah kumuh yang tidak terawat yang tidak pernah tersentuh oleh pemerintah itu sendiri. Bagaimana bisa maju jika hal ini semakin tahun semakin membanjiri negara Indonesia.

6. Harga Kebutuhan Tinggi

Harga-harga kebutuhan pokok yang terlalu tinggi juga menjadi penyebab kemiskinan di Indonesia yang ketiga. Ini jugalah yang menjadi alasan mengapa masyarakat miskin selalu merasa kurang atau bahkan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhannya sehari-harinya. Sebagian besar masyarakat keluarga miskin menghabiskan 60–80 persen dari penghasilan mereka untuk mencukupi kebutuhan pangan saja.

7.Penghasilan tidak stabil

Salah satunya, sumber penghasilan yang tidak stabil dan jumlahnya minim dan digunakan untuk beberapa waktu saja. Biasanya penghasilan ini digunakan untuk membiayai kebutuhan dari hari per-hari, serta memenuhi kebutuhan konsumtif mendasar seperti makan dan tempat tinggal. Tidak ada yang bisa ditabung dari penghasilan tersebut, karena sudah habis untuk keperluan sehari-hari.

 (RIN)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement