JAKARTA - Bank Indonesia baru-baru ini resmi menaikkan suku bunga 7-Days Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 5,5% untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Adapun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga pada November kemarin, memperpanjang kebijakan restrukturisasi kredit atau pembiayaan selama 1 tahun sampai 31 Maret 2024.
Di mana perpanjangan kebijakan ini untuk mendukung segmen, sektor, industri dan daerah tertentu (targeted) yang memerlukan periode restrukturisasi kredit/pembiayaan tambahan.
BACA JUGA:Suku Bunga The Fed Naik, Bank Indonesia Diminta Sesuaikan Kebijakan
Adapun Pengamat Ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef), dua kebijakan BI dan OJK mengatakan kalau langkah-langkah yang diambil kedua lembaga itu masih perlu lebih baik lagi.
"Terkait dengan koordinasi BI dengan OJK, kalau saya lebih mengamatnya itu dari segi outputnya dulu. Pandemi kemarin kalau langkah-langkah penanganannya tidak tepat saya rasa kita bisa jadi skenarionya tidak secepat ini, pemulihan ekonomi. Artinya mungkin tumbuh 5% itu tidak segampang ini, nah dari sini sebetulnya kelihatan ada peran koordinasi itu berjalan," katanya dalam Special Dialogue Okezone, Senin (26/12/2022).
Dia menjelaskan kalau kebijakan restrukturisasi kredit dari OJK perlu lebih dioptimalkan lagi.
"Itu dua kebijakan yang saya rasa punya novelty di dalam konteks pandemi ini dan pemulihan ekonomi," ucapnya.
Dia pun menyarankan agar Bank Indonesia juga cenderung untuk melakukan pengetatan karena untuk mengantisipasi defeat yang terus menaikkan bunga.
"Kira-kira gitu kalau kita mau mencapai target misalnya tahun depan itu 5,3% kalau target kreditnya hanya 10% saya rasa itu masih kurang," jelasnya.
Dia pun berharap kalau kedua lembaga tersebut juga bisa bersinergi dalam menjaga stabilitas nilai rupiah.
"Di situ butuh stabilitas rupiah kalau itu tidak terjaga kan nanti takutnya kreditnya macetnya nambah," tegasnya.
Meski begitu dia meyakini bahwa dua lembaga keuangan Indonesia itu mampu gotong-royonh untuk menjaga ekonomi Tanah Air tetap aman di 2023.
"Secara keseluruhan saya rasa ada koordinasinya, terus ke depan tetap harus dibenahi," pungkasnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.