JAKARTA - Presiden World Water Council (WWC) Loïc Fauchon mengajak seluruh negara dalam forum World Water Forum ke-10 di Bali, Indonesia pada 2024 untuk menjadikan hal ini sebagai momentum peningkatan kerjasama pengelolaan air secara global.
"Kita membutuhkan kemauan politik yang besar antar negara untuk bekerja sama. Untuk itulah tujuan diadakannya forum internasional khusus membahas tentang air seperti World Water Forum. Permasalahan air harus menjadi salah satu prioritas utama bagi seluruh negara di dunia saat ini," kata Loïc Fauchon di Jakarta, Senin (13/2/2023).
Menurutnya, permasalahan air sangat penting, karena air menjadi sumber daya alam yang tidak bisa manusia produksi sendiri.
Baca Juga: Bertemu World Water Council, Presiden Jokowi Singgung Krisis Air
"Untuk itu saya mengajak semua politikus untuk berhenti mengabaikan pentingnya pengelolaan air," tegasnya
Dikatakan Fauchon, secara khusus permasalahan utama air di negara-negara Asia Tenggara adalah banyaknya sumber air namun belum dikelola dengan begitu baik. Selain itu, pertambahan penduduk yang masif juga menjadi tantangan tersendiri untuk mencukupi kebutuhan air bersih.
"Hal tersebut tentu di samping isu permasalahan perubahan iklim, naiknya permukaan air laut dan sebagainya. Volume air laut terus meningkat di banyak negara di dunia dan sekarang kita perlu membawa tanggapan nyata. Untuk itu kita perlu mengatur pemanfaatan air lebih baik," kata Fauchon.
Indonesia sebagai Tuan Rumah
World Water Forum ke-10 tahun 2024 terus mengadakan sejumlah acara sebagai rangkaian persiapan menuju acara puncak. Setelah penyelenggaraan National Stakeholders Forum (NSF) sebagai 3rd Announcement, Pemerintah Indonesia melanjutkan persiapan Kick Off Meeting pada 15-16 Februari 2023 mendatang di Jakarta Convention Center (JCC).
Baca Juga: Sumber Daya Air Jadi Isu Mendesak Dunia, Presiden Jokowi: Ini untuk Kemakmuran Bangsa
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam laporannya mengatakan, Kick-off meeting World Water Forum ke-10 akan sekaligus menjadi pertemuan pertama bagi para pemangku kepentingan di pengelolaan Sumber Daya Air (SDA).
"Kick-off meeting nanti ditargetkan untuk dihadiri oleh 1.000 peserta, setiap peserta dapat memberikan kontribusi terhadap upaya mencari solusi atas tantangan bidang keairan, baik di skala regional, nasional maupun global," kata Menteri Basuki.