JAKARTA - Neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2023 berhasil surplus USD3,87 miliar atau setara Rp58,8 triliun. (Kurs: Rp15.203/USD). Terlihat dari data di situs resmi Badan Pusat Statistik (BPS), surplus ini berasal dari sektor nonmigas sebesar USD5,29 miliar.
Berikut adalah fakta neraca dagang RI Surplus lagi di Januari 2023 yang dirangkum Okezone, Minggu (19/2/2023).
1. Berhasil Surplus Rp58,8 triliun
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2023 mengalami surplus USD3,87 miliar atau surplus selama 33 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.
"Neraca perdagangan Indonesia sampai dengan Januari 2023 membukukan surplus selama 33 bulan berturut-turut sejak Mei 2020," ujar Deputi Bidang Statistik Produksi BPS M. Habibullah dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (15/2/2023).
2. Surplus berasal dari sektor nonmigas
Dari data di situs resmi Badan Pusat Statistik (BPS), surplus ini berasal dari sektor nonmigas sebesar USD5,29 miliar. Namun, Habibullah mengatakan hal ini tereduksi oleh defisit sektor migas senilai USD1,42 miliar dengan komoditas penyumbang defisit minyak mentah dan hasil minyak. Neraca perdagangan nonmigas tercatat surplus dengan komoditas penyumbang surplus utama yaitu bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan/nabati serta besi dan baja.
3. Impor Indonesia pada Januari alami penurunan
Untuk impor Indonesia sendiri di bulan Januari 2023 mencapai USD18,44 miliar, turun 7,15%. Sedangkan untuk ekspor Indonesia Januari 2023 mencapai USD22,31 miliar atau turun 6,36% dibanding ekspor Desember 2022.
4. Ekspor Indonesia pada Januari 2023 alami kenaikan jika dibandingkan Januari 2022
Kemudian ercatat pula ekspor nonmigas Januari 2023 mencapai USD20,83 miliar, turun 6,84% dibandingkan Desember 2022, sementara itu naik 13,97% jika dibanding ekspor nonmigas Januari 2022.
5. Menteri BUMN Erick Thohir sebut negara pesaing takut dengan Indonesia
Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir juga menyebut banyak negara pesaing yang takut dengan Indonesia. Hal ini disebabkan neraca perdagangan Indonesia kini terus membaik. Erick mencatat perdagangan internasional Indonesia surplus USD51 miliar atau setara Rp761,7 triliun.
6. Surplus perdagangan terjadi ketika nila eksplor alami kenaikan
Menurut Erick, surplus perdagangan terjadi ketika nilai ekspor lebih tinggi dari impor.
"Surplus perdagangan kita hari ini besar sekali USD 51 miliar. Ekspor kita juga terus meningkat, ini yang ditakutkan oleh negara-negara pesaing kita," ungkap Erick pada Selasa, 24 Januari 2023.
7. Nilai surplus neraca perdagangan Indonesia dengan ASEAN terus meningkat dalam lima tahun terakhir
Habibullah menyampaikan pada tinjuan khusus dalam rangka ASEAN Indonesia 2023, neraca perdagangan Indonesia dengan ASEAN memiliki total ekspor sebesar 3,93 miliar dolar AS dan impor 2,51 miliar dolar AS, maka pada Januari 2023 neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus sebesar 1,42 miliar dolar AS dengan negara-negara ASEAN. Sepanjang 2022, Indonesia membukukan surplus perdagangan sebesar 20,4 miliar dolar AS dengan ASEAN.
"Dalam lima tahun terakhir nilai surplus neraca perdagangan Indonesia dengan ASEAN terus meningkat dan meneguhkan peran ASEAN dalam perdagangan luar negeri Indonesia," kata Habibullah.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)