Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Solusi Bangun Indonesia Cetak Kenaikan Laba hingga 17,63%

Cahya Puteri Abdi Rabbi , Jurnalis-Sabtu, 25 Februari 2023 |14:13 WIB
Solusi Bangun Indonesia Cetak Kenaikan Laba hingga 17,63%
Laba Solusi Bangun Meningkat. (Foto: Okezone.com/Freepik)
A
A
A

JAKARTA - PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) mencetak laba Rp839,27 miliar sepanjang 2022. Capaian itu naik 17,63% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp713,34 miliar.

Sejalan dengan pertumbuhan laba, pendapatan perseroan juga naik 9,30% menjadi Rp12,26 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp11,21 triliun. Berdasarkan segmen produknya, produk semen mendominasi dengan kontribusi sebesar Rp10,93 triliun.

Baca Juga: Cetak Laba, Solusi Bangun Bagikan Dividen Rp195,29 Miliar

Kemudian, produk beton jadi mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,16 triliun, segmen jasa konstruksi dan lainnya tercatat sebesar Rp90,31 miliar, serta pendapatan agregat sebesar Rp72,33 miliar.

Dari sisi pengeluaran, beban pokok pendapatan perseroan tercatat sebesar Rp9,33 triliun, naik dari sebelumnya sebesar Rp8,36 triliun. Kemudian, beban usaha SMCB tercatat sebesar Rp1,38 triliun. Dengan rincian, beban distribusi dan penjualan sebesar Rp1,04 triliun serta beban umum dan administrasi sebesar Rp347,12 miliar.

Baca Juga: Solusi Bangun (SMCB) Raup Laba Rp 720,92 Miliar pada 2021

Hingga akhir Desember 2022, total nilai SMCB tercatat sebesar Rp21,37 triliun, turun tipis 0,52% dari posisi akhir Desember 2021 lalu yang sebesar Rp21,49 triliun. Adapun, liabilitas perseroan sebesar Rp9,51 triliun dan ekuitas sebesar Rp11,86 triliun.

Tahun 2023 ini, salah satu yang menjadi fokus perseroan yakni menjalankan upaya dekarbonisasi di lingkungan operasional pabrik. Hal itu diwujudkan dengan melakukan budidaya mikroalga di area pabrik Cilacap, Jawa Tengah.

Budidaya mikroalga dilakukan melalui sistem kultivasi kolam terbuka dengan menggunakan sistem bubbling. Melalui sistem tersebut, maka akan lebih banyak CO2 yang terserap oleh mikroalga.

Pada tahap pertama, budidaya mikroalga dilakukan di Rumah Alga seluas 180 meter persegi dengan kapasitas 10.000 liter, dan di lahan seluas 252 meter persegi dengan kapasitas 15.000 liter. Setelah itu, pengembangan terus dilakukan dengan penyiapan lahan untuk tahap kedua seluas 525 meter persegi, yang diharapkan akan mencapai kapasitas hingga 100.000 liter, sehingga total lahan untuk rumah mikroalga seluas 957 meter persegi.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement