JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno memprediksi ancaman resesi global yang terjadi pada tahun 2023 menjadi tantangan tersendiri dalam memacu sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) nasional.
"Akan tetapi lewat adaptasi, inovasi dan kolaborasi, sektor parekraf dapat bangkit dan target penciptaan lapangan kerja sebanyak 4,4 juta optimis tercapai," ujar Sandiaga Salahuddin Uno ketika mengunjungi Poltekpar Makassar, Jalan Gunung Rinjani, Tanjung Merdeka, Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan pada Jumat (3/3/2023).
Sandiaga Uno juga mengungkapkan pihaknya terus mengamati tren kunjungan wisatawan, baik wisatawan Nusantara maupun wisatawan mancanegara sejak awal tahun 2023.
Berdasarkan data terhimpun, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan Nusantara mengalami peningkatan yang sangat signifikan.
Satu di antaranya terlihat dari sejumlah event yang digelar pada awal tahun, seperti F1 Powerboat di Danau Toba, Sumatera Utara.
Jumlah kunjungan wisatawan yang semula diproyeksi sebanyak 25.000 orang penonton justru melonjak hingga 37.000 orang penonton.
"Jadi ini yang menunjukkan optimisme kita, bahwa memang pariwisata mengalami tantangan, karena situasi ekonomi global, tapi Indonesia masih bertumbuh dan kami yakin 2024 kita akan menciptakan 4,4 juta lapangan kerja baru," ungkap Sandiaga Uno bersemangat.
Merujuk tren positif tersebut, penyiapan SDM berkualitas diungkapkan Sandiaga Uno sangat penting. Maka itu kehadiran Poltekpar Makassar sangat penting untuk peningkatan kualitas SDM, sehingga program yang tepat sasaran, tepat manfaat dan tepat waktu dapat dihadirkan kepada masyarakat.
"Poltekpar Makassar ini mencetak SDM yang berkualitas dan kompetensinya itu bisa tersertifikasi. Itu harapan utama," ungkap Sandiaga Uno.
"Kedua, tentunya adalah lapangan kerja. Karena mereka ini lulus sudah terserap industri, tapi ada juga yang mau membuka usaha sendiri dengan menjadi enterpreneur," tambahnya.
Tak hanya itu, sebagian lulusan Poltekpar diungkapkannya berharap bisa masuk ke dalam pemerintahan.
Namun, lantaran adanya efisiensi birokrasi, termasuk pemangkasan ASN hingga 30 persen di masa depan, pemerintah akan menyediakan lapangan kerja lewat beragam strategi. Satu di antaranya menggenjot investasi, sehingga dunia usaha dapat bergerak dan membuka lapangan kerja berkualitas bagi masyarakat.
"Jadi tugas kami di pemerintahan bukannya menciptakan lapangan kerja dengan merekrut sebanyak-banyaknya ASN, tapi justru menghadirkan kebijakan dengan birokrasi yang melayani," ungkapnya.
"Sehingga tercipta iklim investasi dan dunia usaha yang kondusif, dan dunia usahalah yang menciptakan lapangan kerja. Itu harapan kita," jelasnya.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.