Kini total seharinya ia bisa memproduksi 4 - 5 lusin kue kering. Jumlah itu belum produk roti yang sehari-hari sebenarnya rutin produksi.
"Kalau sehari-hari kita buat roti, kue kering menjelang lebaran, biasanya pesanan untuk hampers, hantaran sunatan bisa request," kata dia.
Di bulan Ramadhan tahun ini dikatakan Pipit ada tiga varian yang disiapkannya, yakni Thumbrint, Lain Cheese, dan Choco Cheese.
Sementara ada 8 item menu kue kering yang diproduksi Pipit, mulai dari nastar, kastengel itu pasti terus thumbrint cookies, choco oreo cookies, cheese ball, cheese redvelvet, choco cookies, selai strawberry, palm cheese, dan sagu keju.
"Yang paling banyak diminati itu nastar dan kastengel, cheese ball itu best seller, sama kayak nastar," ujarnya.
Kue-kue kering itu kemudian dimasukkan ke toples dengan ukuran 60 mililiter dan dijual dengan harga beragam mulai Rp60 ribu per toplesnya.
Pipit juga melayani paket hampers dengan isi satu paketnya berisikan dua, tiga, dan empat toples dengan harga mulai Rp140 ribu hingga Rp300 ribu.
"Harga beda karena packagingnya beda, kalau packagingnya tetap, beda isiannya, hampers mulai Rp140 ribu - Rp300 ribu," ungkap perempuan yang memulai usaha rotinya sejak tahun 1990-an.
Kue kering produksi Pipit ini terjual di sejumlah wilayah di Malang raya.
Dia tidak menerima pesanan dari luar wilayah Malang dan dilakukan pengiriman melalui ekspedisi atau kurir, karena produknya pernah hancur.
"Dijual (pesanan) online di Facebook, teman-teman. lama, best seller juga. Pengiriman saya nggak mau, takut hancur, untuk malang Malang saja, biasanya orang Malang di bawa ke luar kota, dibawa ke Papua, ke Jakarta mudik. Soalnya dulu pernah ngirim hancur," pungkasnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)