Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Produksi 18,94 Juta Ton, Pupuk Indonesia Kantongi Laba Rp18,51 Triliun

Hana Wahyuti , Jurnalis-Selasa, 04 April 2023 |19:11 WIB
Produksi 18,94 Juta Ton, Pupuk Indonesia Kantongi Laba Rp18,51 Triliun
Pupuk Indonesia Cetak Laba di 2022. (Foto: Okezone.com/Pupuk Indonesia)
A
A
A

JAKARTA Pupuk Indonesia mencatat total produksi sebesar 18,94 juta ton sepanjang 2022. Produksi tersebut terdiri dari pupuk 11,80 juta ton dan non pupuk 7,14 juta ton. Pupuk Indonesia membukukan volume penjualan sebesar 13,02 juta ton yang terdiri dari pupuk bersubsidi 7,41 juta ton, pupuk non subsidi 4,11 juta ton, produk non-pupuk 1,45 juta ton, dan penjualan pupuk trading sebesar 49.163 ton.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Bakir Pasaman menyatakan, dari penjualan tersebut, Pupuk Indonesia berhasil mencatatkan laba bersih audited sebesar Rp18,51 triliun.

"Laba naik dari laba tahun 2022 sebesar Rp5,13 triliun. Laba bersih berhasil didapat usai Pupuk Indonesia merealisasikan pendapatan sebesar Rp103,86 triliun atau 134,99 persen dari RKAP 2022 sebesar Rp76,94 triliun," kata dia, Senin (4/4/2023).

Dia mengatakan, pencapaian kinerja ini turut memperkuat posisi perusahaan untuk senantiasa memberikan dampak secara ekonomi dan sosial kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Misalnya peningkatan EBITDA sebesar Rp30,78 triliun pada tahun 2022 atau 224% dari RKAP 2022 sebesar Rp13,74 triliun. Salah satu kontribusi pada EBITDA diperoleh melalui program transformasi yang menimbulkan dampak positif bagi perusahaan.

Total EBITDA uplift dari program transformasi pada tahun 2022 mencapai Rp1,94 triliun. Angka ini meningkat jika dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp1,03 triliun.

“EBITDA uplift ini berasal dari upaya peningkatan ketersediaan pupuk non-subsidi untuk meningkatkan pelayanan, produktivitas usaha tani, hingga pendapatan para petani. Baik melalui program Retail Management, pengembangan kios komersil, hingga perluasan program Agrosolution dan Makmur,” ujar Bakir.

Lebih lanjut Bakir menyebutkan bahwa peningkatan EBITDA juga berasal dari proses optimalisasi rantai pasok. Mulai dari aspek pengadaan bersama, sentralisasi penjualan dan pemasaran, penerapan digitalisasi, hingga optimalisasi aset Pupuk Indonesia Grup.

Sesuai arahan Menteri BUMN Erick Thohir, Pupuk Indonesia didorong untuk dapat Go Global dan menjadi pemain di tingkat dunia. Hal ini mengingat Pupuk Indonesia merupakan salah satu produsen amonia dan pupuk urea terbesar di dunia.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement