Salah satu upaya strategis yang dilakukan Pupuk Indonesia pada tahun 2022 adalah membuka kantor perwakilan di Dubai, Uni Emirat Arab (UAE). Kantor perwakilan ini bertujuan untuk mempermudah perusahaan dalam akses terhadap bahan baku pupuk, serta pengembangan industri lainnya. Selain itu, juga berpotensi memperluas peluang kerjasama perdagangan amonia, urea, NPK, dan produk lainnya, dengan para pemasok dan mitra global.
Ekspansi global Pupuk Indonesia menjadi semakin relevan karena perusahaan memiliki rencana pengembangan amonia rendah karbon dan bersih, melalui blue ammonia dan green ammonia. Dimana kedua jenis amonia ini akan menjadi salah satu sumber energi bersih masa depan dunia. Di samping tentunya sejalan dengan target Net Zero Emission (NZE) pemerintah Indonesia pada tahun 2060.
Tidak hanya itu saja, Pupuk Indonesia juga terus mendorong ekosistem energi bersih di Indonesia dengan mengembangkan Klaster Industri Hijau (KIH) yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun di Lhokseumawe, Aceh. Kawasan seluas 2.600 hektare ini nantinya akan mengembangkan blue ammonia, green ammonia, biomethane, dan menjadi LNG Hub yang memanfaatkan potensi gas dari Blok Andaman.
“Kami mendukung mendukung gagasan Presiden Joko Widodo untuk menjadikan Aceh sebagai hub energi masa depan di Indonesia. Adapun bentuk dukungan Pupuk Indonesia dengan masuk sebagai anggota konsorsium yang dibentuk oleh Kementerian BUMN,” jelas Bakir.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.