JAKARTA - Indonesia menjadi partner country dalam pameran perdagangan terbesar dunia, Hannover Messe 2023, di Jerman. Tempat ini menjadi ajang pamer industri Tanah Air untuk menunjukan kapasitas dan kapabilitas yang telah dikembangkan.
Dalam sejarahnya, tercatat beberapa negara telah menjadi Official Partner Country Hannover Messe, yaitu Amerika Serikat, Perancis, China, Jepang, India, Meksiko, dan Swedia.
“Indonesia dalam hal ini patut berbangga karena terpilih menjadi negara ASEAN pertama yang menjadi official partner country pada perhelatan tersebut,” kata Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Eko SA Cahyanto, Jumat (14/4/2023).
Menurutnya, partisipasi Indonesia sebagai Official Partner Country Hannover Messe 2023 tidak hanya sebagai ajang branding, tetapi juga untuk mendorong peningkatan kapabilitas manufaktur Indonesia dan pembangunan infrastruktur digital.
“Serta untuk memperluas dan menjalin kemitraan bagi pelaku industri, khususnya dalam teknologi industri 4.0,” ujar Eko.
Pada Hannover Messe 2023, Indonesia akan menampilkan teknologi terbaru dan peluang investasi teknologi industri serta menyelenggarakan berbagai rangkaian kegiatan yang terkait industri 4.0, business summit, dan konferensi pada Paviliun Indonesia di Hannover Messe Fairground.
Selain industri, Kawasan Industri dan Kawasan Ekonomi Khusus yang bertema industri serta konsep pengembangan Ibu Kota Negara (IKN) juga akan tampil dalam ajang bergengsi tersebut.
Salah satu peserta yang terlibat adalah Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas bersama Asosiasi Pulp & Kertas Indonesia (APKI). Penyelenggaraan ini menjadi kesempatan APP Sinar Mas menunjukan kapasitas dan kapabilitas sektor Industri Indonesia.
Head of Automation APP Sinar Mas, Alfian Lim mengatakan, APP Sinar Mas berupaya selalu mengedepankan proses transformasi teknologi dan digital dalam seluruh aspek operasional dan proses bisnisnya dari hulu ke hilir. Perjalanan tranformasi digital yang APP Sinar Mas lakukan telah berlangsung selama lebih dari 25 tahun, dengan menggandeng Perusahaan-Perusahaan teknologi terkemuka di dunia.
“Penggunaan teknologi digital ketika itu kami harapkan dapat mempercepat waktu produksi, meningkatkan efisiensi di berbagai area operasional, serta memperbaiki kualitas produk dengan menggunakan kemampuan analisa real-time data yang memberikan manfaat deteksi dan penyelesaian masalah yang lebih cepat," katanya, Jumat (14/4/2023).
Proses digitalisasi yang berlangsung selama ini membantu perusahaan memenuhi tuntutan pasar yang semakin kompleks, meningkatkan daya saing perusahaan di pasar global dan menjadikan APP sebagai produsen kertas kelas dunia.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.