Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Laba Bank Raya (AGRO) Anjlok 90% di Kuartal I-2023, Ini Penyebabnya

Anggie Ariesta , Jurnalis-Selasa, 25 April 2023 |10:20 WIB
Laba Bank Raya (AGRO) Anjlok 90% di Kuartal I-2023, Ini Penyebabnya
Laba Bank Raya Anjlok. (Foto: Okezone.com/MPI)
A
A
A

JAKARTA - PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) membukukan laba bersih Rp4,37 miliar pada kuartal I-2023. Laba terusebut anjlok 90,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp47,71 miliar.

Turunnya laba Bank Raya terjadi di tengah terpuruknya pemberian kredit dan peningkatan beban.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal I 2023 AGRO, penyusutan laba bersih Bank Raya didorong oleh pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) yang turun 33,77% yoy menjadi Rp123,81 miliar. Pendapatan berbasis komisi atau fee based income pun turun 16,75% yoy menjadi Rp3,08 miliar.

Sementara pendapatan bunga senilai Rp237,2 miliar atau turun 18,05% yoy dibanding periode yang sama di 2022 sebesar Rp289,43 miliar.

Adapun sejumlah beban mengalami peningkatan. Beban tenaga kerja misalnya membengkak 13,15% yoy menjadi Rp80,27 miliar. Begitu juga dengan beban promosi naik 20,97% yoy menjadi Rp7,21 miliar.

Rasio profitabilitas perseroan pun memburuk. Tingkat pengembalian aset (return on asset/ROA) emiten bank berkode AGRO ini turun 278 basis poin (bps) dari 3,45% pada kuartal I 2022 menjadi 0,67% pada kuartal I 2023.

Kemudian, tingkat pengembalian ekuitas (return on equity/ROE) turun 855 bps dari 9,11% pada kuartal I 2022 menjadi hanya 0,56% pada kuartal I 2023. Margin bunga bersih (net interest margin/NIM) perseroan pun susut 12 bps menjadi 3,61%.

Sementara itu, laba operasional yang dibukukan AGRO di kuartal pertama tahun ini hanya senilai Rp20,38 miliar atau ambles 83,61% yoy. Penurunan tajam pada laba operasional ini terutama dipengaruhi oleh lonjakan beban gaji dan tunjangan, serta beban umum dan administrasi.

Dari sisi intermediasi, AGRO telah menyalurkan kredit Rp6,86 triliun pada kuartal I 2023, turun 27,94% yoy. Aset pun turun 4,16% yoy menjadi Rp12,64 triliun.

Kemampuan bank dalam mengelola aset berkualitasnya pun terganggu. Rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) gross AGRO menebal dari 1,4% per 31 Maret 2022 menjadi 4,1% per 31 Maret 2023.

Begitu juga dengan NPL nett yang naik dari 0,21% pada kuartal I 2022 menjadi 0,76% pada kuartal I 2023.

Dari sisi pendanaan, Bank Raya berhasil meraup dana pihak ketiga (DPK) Rp8,74 triliun pada kuartal I 2023, turun 13,89%. Disusul dengan dana murah atau current account savings account (CASA) perseroan yang susut 54,14% yoy menjadi Rp2,1 triliun.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement