Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Apa yang Dimaksud Bangsal Kencono? Ternyata Rumah Singgah Sultan

Rina Anggraeni , Jurnalis-Senin, 08 Mei 2023 |16:05 WIB
Apa yang Dimaksud Bangsal Kencono? Ternyata Rumah Singgah Sultan
Ilustrasi (Foto:Wikipedia)
A
A
A

JAKARTA- Apa yang dimaksud Bangsal Kencono salah satu destinasi wisata di Yogyakarta. Sayangnya, lokasi ini tidak boleh dikunjungi hanya dipersilahkan untuk melihatnya dari kejauhan.

Apa yang dimaksud Bangsal Kencono ini tak boleh dimasuki atau dilihat masyarakat umum.

Bangsal Kencono ini seperti merupakan “tempat akhir” perjalanan manusia secara spiritual. Perjalanan dalam konsep “Sangkan Paraning Dumadi”.

Diuraikan penggiat sejarah Komunitas Malam Museum Erwin Djunaedi, perjalanan hidup manusia dalam filosofi Jawa diibaratkan bermula dari Panggung Krapyak. Di sana dideskripsikan manusia dari fase anak kecil tumbuh menuju kedewasaan.

Lalu fase dewasa untuk mencapai keutamaan hidup yang digambarkan satu garis lurus antara Tugu Yogya (dulu Tugu Golong Gilig)-Stasiun Tugu Yogyakarta. Kemudian garis lurus itu diteruskan Jalan Malioboro.

Sementara itu, Bangsal Kencana merupakan tempat singgasana sultan serta digelarnya berbagai upacara penting penting di lingkungan kraton. Bangsal Kencono dibangun oleh Sultan Hamengku Buwono I pada tahun 1719 tahun Jawa. Hal ini ditunjukkan dengan candra sengkala Trus Satunggal Panditaning Rat. Bangsal Kencana menggambarkan manunggaling Kawula-Gusti, dalam arti besatunya Raja dan Kawula. Bangsal ini biasa digunakan untuk menerima Sungkeman dan tempat Ngabekten para abdi dalem pada hari-hari tertentu, seperti hari Idul Fitri.

Bangsal Kencana memiliki gaya arsitektur Joglo Mangkurat dengan penambahan elemen di setiap sisinya. Kondisi asli Bangsal Kencana merupakan joglo dengan tiang-tiang penyangga. Penambahan elemen berupa emper.

Lalu bagian langit-langit emper ditambahi elemen plafon baru berwarna putih. Pada bagian timur penambahan emper ditambah lagi dengan kuncungan. Pada semua penambahan elemen emper ditopang dengan tiang besi.

Pada bagian barat terdapat penambahan elemen kaca yang dipatri membentuk lambang kraton Yogyakarta. Seluruh penambahan tersebut terjadi pada masa kolonial Belanda. Pada bagian lantai terbagi menjadi dua, yaitu lantai dasar dan lantai utama. Lantai tersebut terbuat dari marmer berwarna putih. Tiang-tiang yang ada diukir dengan hiasan pengaruh Hindu dan Budha seperti hiasan Putri Mirong, Padma dan Praban.

Kondisi saat ini dari Bangsal Kencana masih terjaga dengan baik karena merupakan tempat penting dan sakral bagi Kraton Yogyakarta dan masih sering digunakan untuk kegiatan-kegiatan penting kerajaan.

(RIN)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement