Kesatuan Indonesia, menurut Wapres, bukan hanya dalam bentuk politik tapi juga pelayanan publik termasuk pembangunan fasilitas dasar yaitu internet dan komunikasi.
"Kemudian apa yg harus dibenahi? Semua hal. Jadi pertama misalnya tentang perencanaan dan pengawasan itu harus sudah dimulai sejak perencanaan sehingga tidak hanya pengawasan dilakukan setelah terjadi peristiwa baru kita melakukan pengawasan. Auditnya sudah dimulai sejak perencanaan, kemudian juga pada tahap pelaksanaan agar (diawasi) sehingga tidak terlalu jauh bila terjadi penyimpangan," jelas Wapres.
Selain itu perlu ada perbaikan sistem, regulasi dan terpenting adalah kualitas sumber daya manusianya.
"Sehingga harus semuanya kita bereskan aspek-aspek yang menyebabkan terjadinya (korupsi)," ungkap Wapres.
Diketahui ada tiga paket Palapa Ring yaitu Barat, Tengah, dan Timur yang selesai digarap. Dari barat ke timur, total ada 36.000 kilometer serat optik yang dibangun (terdiri dari kabel darat dan kabel laut) sehingga diharapkan dapat menghubungkan 514 kabupaten/kota yang ada di Indonesia.
Disebut "tol langit" karena satelitnya berada di luar angkasa (langit) yang semuanya menghubungkan broadband. Setelah Palapa Ring selesai maka dibutuhkan pembangunan penerima sinyal internet yaitu BTS.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)