Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kaget Dikirimi 'Mesin Ajaib' dari BRI, Kini Jadi Penopang Ekonomi Keluarga Puji Setiyana

Rani Hardjanti , Jurnalis-Rabu, 24 Mei 2023 |20:46 WIB
Kaget Dikirimi 'Mesin Ajaib' dari BRI, Kini Jadi Penopang Ekonomi Keluarga Puji Setiyana
Kisah Agen BRILink. (Foto: Okezone.com/Rani)
A
A
A

JAKARTA - Siang itu, Puji Setiyani kaget tak kepalang. Konter handphone dan pulsa miliknya ada paket kiriman. Tertera dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI). Penasaran dengan isi paket, Puji tercengang setelah tahu paketnya adalah mesin ajaib

Puji menyebut kiriman itu sebagai mesin ajaib. Karena dia merasa tak pernah memesan dan mengajukan apapun kepada Bank BRI.

"Perasaan saya enggak pernah pesan atau mengajukan apa-apa ke BRI," ujar wanita bernama lengkap Puji Setiyana pemilik Agen BRILink yang juga konter pulsa dengan nama gerai Guyub Nurbian, di Jalan Percetakan Negara 2, persis di seberang Pasar Johar Baru, Jakarta Pusat, Jumat (19/5/2023).

Kepada Okezone, Ibu tiga anak ini mengisahkan, peristiwa itu terjadi 9 tahun yang lalu. Suatu siang dirinya bersama keluarga baru pulang dari kampung halaman di Sukoharjo, Solo, Jawa Tengah, sehabis libur Lebaran tahun 2014. Kemudian diceritakan oleh adiknya (yang menjaga counter pulsa selama mudik), bahwa ada orang BRI datang kasih mesin.

"Saya bingung ini mesin apaan, saya enggak tau fungsinya apa, gimana cara pakainya, manfaatnya apa? Benar-benar enggak ngerti deh," ujarnya sembari tertawa mengingat masa lalu.

Akhirnya, Puji memutuskan ke Sentra Layanan Ultra Mikro BRI yang lokasinya di sebrang counter miliknya. Di sana Puji mengadu ke petugas tentang adanya mesin ajaib yang dia terima. "Saya mau kembaliin saja deh, takutnya itu punya orang apa salah kirim," imbuhnya.

Sesampai di kantor kantor Bank BRI, Puji diberikan penjelasan bahwa mesin yang dimaksud adalah Mesin EDC BRI atau Electronic Data Center. Mesin ini dapat digunakan untuk menerima transaksi layanan perbankan. Mesin EDC ini ternyata memang ditujukan untuk counter pulsa milik Puji. Dia berpikir mendapatkan mesin itu lantaran gerainya selalu ramai pembeli dari pagi hingga malam.

"Di situ saya baru mengerti, oh ternyata mesin ini banyak manfaat bisa untuk transaksi pulsa juga," ujarnya.

Meski sudah memiliki mesin EDC, tetapi Puji tidak serta merta menggunakannya. Masih ada kekhawatiran dan keraguan jika di kemudian hari terdapat masalah. "Mantrinya sampai datang ke sini bilang, 'Ayo ibu dipakai dong mesinnya," kata Puji.

Pada saat awal memakai mesin EDC, Puji mendapat banyak bimbingan dari pihak Bank BRI soal teknis penggunaan mesin EDC. Para nasabah juga dikenalkan oleh para teler dan customer service tentang adanya Agen BRILink Guyub Nurbian.

"Jadi dulu kalau di teler penuh, yang mau transaksi transfer atau setoran tunai, diarahkan sama teler ke sini. Kalau di Agen BRILink kan enggak pakai antre, cuma nomor rekening dan kita cocokan nama," ujar Puji.

Menurutnya, apa yang dilakukan oleh teler BRI menjadi kegiatan marketing tersendiri. Secara tidak langsung dikenalkan kepada para nasabah, sangat membantu dalam hal pengenalan agen resmi BRI.

Menurut Puji, keberadaanya jadi semakin terkenal karena informasi dari mulut ke mulut. Ini menjadi salah satu strategi pemasaran secara cuma-cuma, baik dari Bank BRI maupun pelanggan yang sudah kerap melakukan transaksi.

Transaksi paling ramai, lanjutnya, terjadi pada awal bulan. Biasanya para sopir Bajaj, sopir ojek online, pedagang pasar atau kuli kerap mengirimkan uang ke kampung halamannya.

Total transaksi bisa mencapai Rp15 juta dalam satu hari. Bahkan dalam fase banyak pelanggan transaksi bisa mencapai Rp25 juta per hari. Nantinya setiap fase angka tertentu akan mendapatkan cash back dari Bank BRI yang menguntungkan para Agen BRILink.

"Jadi ternyata mesin ini sangat membantu ekonomi saya, ekonomi pelanggan. Ya.. Benar-benar roda ekonomi rakyat," tutupnya.

(Feby Novalius)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement