Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Viral Sarjana UI Kalah Saing dengan Lulusan STM, Ini Kata Pengusaha

Advenia Elisabeth , Jurnalis-Rabu, 31 Mei 2023 |14:15 WIB
Viral Sarjana UI Kalah Saing dengan Lulusan STM, Ini Kata Pengusaha
Lulusan UI kalah dengan Lulusan STM saat melamar kerja (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA Viral sarjana lulusan Universitas Indonesia (UI) kalah saing dengan lulusan STM. Jagat maya dihebohkan dengan curhatan lulusan sarjana UI yang kecewa karena kalah bersaing dengan lulusan STM untuk masuk di perusahaan produsen alat sistem pertahanan matra laut, PT PAL Indonesia (Persero).

Tak hanya itu, pemegang Ijazah STM tersebut pun bahkan berhasil menggeser 15 pelamar lain yang juga merupakan pemegang ijazah sarjana (S1).

Menanggapi hal tersebut, Pengusaha sekaligus Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta Diana Dewi menjelaskan, hal itu lantaran lulusan perguruan tinggi meminta standar gaji tinggi (di atas Upah Minimum Provinsi/UMP) sedangkan lulusan STM siap terima gaji sesuai UMP.

Selain itu, keunggulan dari lulusan STM, mau di latih atau training sesuai kebutuhan perusahaan sementara lulusan perguruan tinggi berpegang pada ilmu kemampuan yang miliki.

"Teman teman STM sekarang ini itu kalau kita bilang dia bisa siap bekerja tetapi gajinya tidak terlalu tinggi akhirnya mereka dilatih itu mau, ditraining di perusahaan-perusahaan. Sementara lulusan perguruan tinggi itu banyak yang menyebut inflasi. Jadi mereka sudah punya standar karena sebagai lulusan perguruan tinggi, minta gajinya pasti kan beda," ujar Diana saat ditemui MNC Portal di The Sultan Hotel, Jakarta, Rabu (31/5/2023).

Diana pun membenarkan bahwa kini banyak perusahaan yang merekrut karyawan lulusan STM dibandingkan lulusan perguruan tinggi. Menurut Diana, hal itu tidak masalah, sebab kemampuan lulusan STM tidak kalah saing dengan para lulusan perguruan tinggi setelah diasah kemampuannya.

"Tapi pada saat implementasi bekerja ternyata teman-teman STM itu nggak kalah dengan teman-teman dari perguruan tinggi. Itu benar benar terjadi loh," ungkapnya.

Diana menambahkan, para job seeker lulusan STM mau menerima pekerjaan dengan gaji yang ditawarkan perusahaan lantaran kesempatan mereka untuk masuk ke sektor Kementerian, ataupun perusahaan BUMN-BUMN besar lainnya kecil, karena sudah direbut oleh para job seeker lulusan perguruan tinggi.

"Standarnya karyawan baru itu sekarang kita pakainya UMP. Nah dari situ perguruan tinggi biasanya nggak mau, mereka lebih mau milih yang pembukaan lowongan kerja dari BUMN, kementerian. Nah mereka lari ke sana semua sedangkan yang STM mereka tidak bisa ke situ. Sementara dia (STM) punya kemampuan, skill dia bagus, dia bisa diterima walaupun dengan UMP," pungkasnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement