Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

RI Masih Butuh Gula Impor 0,8 Juta Ton

Advenia Elisabeth , Jurnalis-Senin, 05 Juni 2023 |09:57 WIB
RI Masih Butuh Gula Impor 0,8 Juta Ton
RI Butuhkan Gula Impor. (Foto: Okezone.com/Antara)
A
A
A

JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat Indonesia masih membutuhkan 0,8 juta ton pasokan gula konsumsi dari luar negeri untuk mencukupi kebutuhan di dalam negeri hingga 3,4 juta ton per tahun.

berdasarkan Prognosa Pangan Nasional, rencana produksi gula konsumsi pada musim giling tahun ini sebesar 2,6 juta ton atau lebih tinggi dari produksi tahun 2022 sebanyak 2,4 juta ton sesuai data Kementerian Pertanian. Adapun kebutuhan gula nasional sebesar 3,4 juta ton dalam satu tahun.

Itu artinya Indonesia masih dibutuhkan pengadaan dari luar untuk menutupi kekurangannya.

“Walaupun saat ini berdasarkan perbandingan produksi dan kebutuhan gula secara nasional kita masih membutuhkan pengadaan gula dari luar," ujar Sekretaris Bapanas Sarwo Edhy, Senin (5/6/2023).

Meski demikian, Sarwo mengapresiasi produksi gula konsumsi di tanah air. Sebab, rencana pengadaan gula konsumsi dari luar pada tahun ini lebih kecil dari tahun lalu.

"Akan tetapi bisa kita apresiasi dengan produksi yang lebih baik, tahun ini rencana pengadaan gula konsumsi dari luar lebih kecil dari tahun lalu. Tahun ini rencana pengadaan dari luar di bawah 1 juta ton, sementara tahun 2022 masih di atas 1 juta ton. Ini langkah awal yang baik untuk memperkuat industri gula nasional kita," ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sarwo juga menyampaikan bahwa saat ini regulasi dalam bentuk Peraturan Badan Pangan Nasional (Perbadan) mengenai harga acuan untuk komoditas gula telah diajukan kepada Presiden Joko Widodo.

Berdasarkan rancangan Perbadan tersebut diusulkan kenaikan harga acuan penjualan untuk menjaga harga di tingkat petani, sesuai arahan Presiden Joko Widodo yang meminta agar keseimbangan harga tetap terjaga baik di tingkat produsen, pedagang, maupun konsumen.

Terpisah, Kepala NFA Arief Prasetyo Adi menegaskan, perumusan kenaikan harga acuan penjualan yang dituangkan dalam Perbadan untuk komoditas gula telah mempertimbangkan berbagai aspek baik dari sisi petani, pelaku industri, pedagang maupun konsumen. Berbagai stakeholder di sektor pergulaan juga telah diundang untuk memberikan masukan terkait dinamika harga komoditas tersebut.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement