JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk (BBRI) sudah menyiapkan antisipasi terhadap utang BUMN Karya yang semakin menumpuk. Hal tersebut dijamin tidak mempengaruhi kinerja BRI.
Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan, BRI sudah menyiapkan strategi dengan mencadangkan menggunakan modal sesuai dengan tingkat kolektibilitas BUMN karya.
"Semua yang menyangkut BUMN Karya yang kredit itu sudah kita bentuk cadangann sesuai dengan kolektibilitasnya. Jadi kalau memang kolektibilitasnya belum lancar kita siapkan cadangan yang cukup," kata Sunarso saat ditemui di Brilian Club, Jakarta, Selasa (13/6/2023).
Sunaryo menegaskan, mengenai persoalan utang di BUMN Karya dikhawatirkan akan menurunkan pendapatan laba bersih BRI tidak perlu dikhawatirkan. Pasalnya hal tersebut masih bisa dicover dengan pencadangan sesuai kolektibilitasnya.
Bahkan pihaknya juga sudah menganut sistem modifiation loss dengan telah memperhitungkan posisi buku perseroan tetap positif apabila kredit yang diberikan kepada BUMN Karya mengalami kerugian.
"Artinya rugi yang belum terjadi pun sudah kita perhitungkan seandainya kita rugi buku kita menjadi seperti apa. Dan itulah laporan keuangan BRI dari setiap bulan, setiap triwulan, setiap tahun," katanya.
"Jadi itu sudah mengakomodir tentang modifikasi loss, artinya sesuatu yang peotensi rugi sudah kita perhitungkan rugi sesuai apa adanya," tambahnya.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.