JAKARTA - Harga emas turun lagi pada akhir perdagangan Rabu. Harga emas menetap delapan sesi berturut-turut dan mencatat penurunan beruntun terburuk dalam lebih dari 6 tahun.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange turun USD6,90 atau 0,36% menjadi USD1.928,30 per ounce, setelah menyentuh level tertinggi di USD1.938,20 dan terendah di USD1.925,70.
Tak lama setelah lantai perdagangan emas ditutup, risalah pertemuan FOMC dirilis, menunjukkan sebagian besar pejabat Fed terus khawatir tentang "risiko kenaikan inflasi yang signifikan."
Indeks dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS tetap lebih tinggi setelah risalah dirilis. Imbal hasil obligasi pemerintah AS naik pada Rabu (16/8/2023) sore dengan imbal hasil 10-tahun bertambah 3 basis poin menjadi 4,25%. Hasil pada obligasi pemerintah 2-tahun yang sensitif terhadap kebijakan naik 2 basis poin menjadi 4,97%, menurut data FactSet.
Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, menguat 0,1% menjadi103,30.
"Saluran bearish emas tetap utuh dengan level 1.900 dolar AS tetap menjadi penghalang utama. Jika kekuatan dolar bertahan, penurunan bearish emas dapat berlanjut menuju level USD1.882," ujar Analis OANDA, Ed Moya, dikutip dari Antara, Kamis (17/8/2023).
Bank of America memperkirakan bahwa Federal Reserve dapat mempertahankan suku bunga stabil pada pertemuan September dan menaikkan suku bunga pada November.
Data ekonomi yang dirilis Rabu (16/8/2023) bervariasi. Federal Reserve melaporkan bahwa produksi industri AS naik satu persen pada Juli, jauh di atas rata-rata ekspektasi untuk kenaikan 0,3% oleh para ekonom.
Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa pembangunan perumahan AS meningkat 3,9 persen pada Juli menjadi 1,45 juta unit pada tingkat tahunan, sesuai dengan rata-rata estimasi para ekonom.
Departemen Perdagangan AS lebih lanjut melaporkan bahwa izin mendirikan bangunan yang dapat mengisyaratkan konstruksi rumah di masa depan, naik hanya 0,1 persen pada Juli secara bulan ke bulan ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman sebesar 1,44 juta. Para ekonom memperkirakan izin naik 2,1 persen bulan ke bulan.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September turun 12,10 sen atau 0,53% menjadi USD22,535 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober tergelincir 90 sen atau 0,10% menjadi USD891,30 per ounce.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.