Kementerian ESDM bersama dengan DPR RI menginisiasi Program Bantuan Pasang Baru Listrik atau disingkat BPBL untuk memberikan bantuan penyambungan listrik kepada rumah tangga (RT) tidak mampu yang belum berlistrik.
Program BPBL dimulai pada 2022 lalu dengan target sebanyak 80.000 RT dan telah berhasil merealisasikan pasang baru listrik sebanyak 80.183 rumah tangga tidak mampu.
Pada 2023, Kementerian ESDM dengan dukungan dan persetujuan DPR RI kembali melaksanakan program BPBL melalui APBN Kementerian ESDM Tahun Anggaran 2023 untuk memberikan BPBL sekitar 125.000 rumah tangga di seluruh Indonesia.
Peningkatan alokasi penerima program BPBL pada 2023 juga akan dirasakan di Provinsi Kepulauan Riau dan Provinsi Bangka Belitung. Pada 2022 BPBL telah diberikan kepada 631 RT di Provinsi Kepulauan Riau dan 103 RT di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Sedangkan untuk alokasi BPBL 2023 di Provinsi Kepulauan Riau meningkat menjadi 2.000 RT dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung meningkat menjadi 1.000 RT.
Salah satu penerima BPBL 2022 di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepuauan Riau, Jefri (34) menyatakan bahwa ia bersyukur sudah punya listrik sendiri. Sebab, selama menyalur listrik ia sering terkendala listrik yang anjlok, terutama Ketika kedua rumah menggunakan rice cooker bersamaan.
“Saya bersyukur mendapat bantuan ini. Sebelumnya, listrik saya menyalur ke rumah orang tua,” tuturnya.
“Senang,” ucap Jefri menjawab pertanyaan apa perasaannya mendapatkan bantuan instalasi listrik baru dari pemerintah.
Senada dengan yang dirasakan dan diungkapkan oleh Jefri, penerima BPBL lainnya di Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Tati (54) dan Rosyadi (33) turut mengucapkan rasa syukur dan terima kasihnya.
"Program BPBL ini sangat membantu saya yang sendirian membesarkan seorang anak setelah suami meninggal tahun lalu," ujar Tati.
Rosyadi, seorang buruh lepas juga merasa senang ketika ditanya perasaannya setelah memperoleh listrik gratis dari pemerintah. Selama ini, Rosyadi menumpang listrik di rumah orang tuanya.
Perlu diketahui para penerima manfaat Program BPBL untuk periode 2023 akan mendapatkan bantuan meliputi instalasi tenaga listrik dan biaya pemasangannya, biaya sertifikasi laik operasi (SLO), biaya penyambungan (BP) baru ke PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) sebagai pelanggan golongan tarif 900 VA, dan pengisian token listrik perdana senilai 100 ribu.
(Agustina Wulandari )