Berdasarkan pantauan Okezone.com di sana, saat memasuki kawasan itu kalian akan disajikan tempe-tempe digantung yang sedang dalam proses fermentasi. Itu sebelum tempe tersebut diolah menjadi keripik.
BACA JUGA:
Di sana juga bisa melihat proses produksi keripik-keripik tempe dari awal sampai akhirnya dijual. Pasalnya, setiap harinya para pelaku UMKM memproduksi tempe untuk memenuhi permintaan pasar.
Pada 1980-an di sana sudah terkenal sebagai pusat pengrajin tempe mentah yang disuplai ke pasar-pasar di Jabodetabek. Namun, pada 2011 berganti menjadi tempat produksi keripik tempe kekinian.
Langkah itu diambil para pelaku UMKM sebagai terobosan mengikuti perubahan zaman. Oleh dikarenakan, kini camilan unik cukup diminati semua kalangan.
"Saat ini ada 40 pelaku usaha keripik tempe. Itu dengan berbagai nama jual," ucap Joko Asori di Jakarta, Kamis, 25 Maret 2023.
Meski begitu banyak pelaku UMKM di sana tidak membuat adanya sebuah persaingan dagang. Namun, malah kawasannya makin terkenal sebagai pusat keripik tempe.
"Tidak ada persaingan dagang di sini," pungkasnya,
Untuk harga keripik tempe di sana mulai Rp65.000 untuk berat satu kilogram.
Mereka juga menyediakan kemasan-kemasan kecil buat kalian yang tidak mau membeli terlalu banyak.
(Zuhirna Wulan Dilla)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.