JAKARTA – Ada 23.800 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menerima bantuan sosial (bansos) dari Kementerian Sosial (Kemensos).
Deputi Bidang Pencegahan dan Monitoring KPK, Pahala Nainggolan menyebut angka tersebut diperoleh melalui pencocokan silang antara nomor induk kependudukan (NIK) dan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dengan data Badan Kepegawaian Nasional (BKN).
"Kita padankan data dengan BKN, mau lihat siapa yang terindikasi ASN. Ternyata kita temukan sekitar 23.800 (penerima Bansos) itu memiliki pekerjaan sebagai ASN," kata Pahala di Gedung ACLC KPK, Jakarta Selatan seperti dilansir Antara, Minggu (10/9/2023).
Pahala menyatakan data tersebut perlu dikonfirmasi ulang oleh pemerintah daerah karena ada kemungkinan terjadi kesalahan dalam data yang digunakan oleh pihaknya.
"Hari ini kita undang semua (pemerintah) daerah, kita pulangkan ini data, mohon diperbaiki, kita beri waktu sebulan. Perbaiki artinya dikeluarkan, dicek dulu ke lapangan jangan-jangan data kita juga salah, tapi dicek ke lapangan kalau benar dia ASN, boleh ditukar dengan calon penerima lain," ucapnya.