Sebelumnya, Luhut mengungkapkan bahwa penyelenggaraan bursa karbon di Indonesia akan diawasi langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan teknologi blockchain.
"Penyelenggaraan bursa karbon Indonesia akan dilakukan pengawasan langsung oleh OJK dengan teknologi blockchain dan menggunakan unit karbon berkualitas yang dijalankan secara bertahap mulai dari pasar dalam negeri dan akan dikembangkan ke pasar karbon luar negeri serta sebagai market karbon regional hub," terang Luhut saat peluncuran bursa karbon.
Luhut menilai, Indonesia harus menjadi market regional hub agar tersedia unit karbon sesuai standar internasional dan cara kerjanya juga dengan standar internasional.
"Kita harus jadi market regional hub agar tersedia unit karbon sesuai standar internasional dan kita bekerja dengan standar internasional, dan perlu percepatan pengaturan muncul recognition agar proses registrasi agar lebih cepat," jelasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)