JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengungkapkan alasan pembangunan LRT di Provinsi Bali.
Menurutnya LRT dibangun karena mempertimbangkan sejumlah aspek. Pertama wilayah Denpasar memiliki penduduk sebanyak 2,3 juta jiwa. Namun, sebagian besar masyarakat menggunakan kendaraan pribadi sebagai alat transportasi utama.
"Pengguna motor di Denpasar tercatat sebanyak 77% dan pengguna mobil tercatat sebanyak 18%. Sementara itu, masyarakat yang menggunakan angkutan umum tercatat kurang dari 2%," ungkap Suharso dalam keterangan resminya dikutip Rabu (11/10/2023).
Lebih lanjut Suharso menambahkan, pertimbangan lainnya adalah proyeksi peningkatan penumpang di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Pada tahun 2023, jumlah penumpang harian di bandara ini tercatat sebanyak 55 ribu orang.
"Di tahun 2030, jumlah penumpang harian di Bandara I Gusti Ngurah Rai diproyeksikan sebanyak 91 ribu orang," ujarnya.
Suharso juga menjelaskan, pembangunan LRT Bali direncanakan dilakukan dalam dua tahap.
Tahap pertama menurut Suharso akan dibangun lintasan dari Bandara Ngurah Rai hingga wilayah Seminyak.
"Dalam tahapan ini, jalur LRT yang akan dibangun sepanjang 9,4 km," ungkap Suharso.
Pemerintah menargetkan groundbreaking LRT Bali bisa dilaksanakan pada awal tahun 2024 dan bisa diselesaikan dalam waktu 3 tahun.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.