JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir menargetkan pengurangan sampah plastik laut di Indonesia mencapai 70% pada akhir 2025. Sejak 2018 lalu, pemerintah telah menetapkan komitmen yang kuat untuk mengurangi plastik atau sampah laut sebesar 70% hingga akhir 2025.
Komitmen itu dituangkan melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 83 Tahun 2018. Sejak 2018-2022, Indonesia telah mengurangi plastik laut sebesar 36% dan persentasenya ditargetkan meningkat menjadi 40% pada akhir tahun ini. Erick menilai Indonesia berada di jalur yang tepat dalam mengurangi sampah laut.
"Kami dengan bangga menyebutkan bahwa dalam empat tahun terakhir, dari tahun 2018 hingga 2022, kami telah berhasil mengurangi sekitar 36% arus keluar sampah plastik ke laut," ujar Erick dalam gelaran Asean Conference On Combating Plastic Pollution, Jakarta, Selasa (17/10/2023).
"Dan upaya kami berada pada jalur yang tepat untuk mencapai pengurangan sebesar 40% pada akhir tahun 2023," lanjutnya.
Kendati begitu, pemerintah menyadari bahwa masih banyak kerja keras yang harus dilakukan untuk mencapai target ambisius dalam dua tahun ke depan untuk menekan volume plastik laut.
Erick pun mengajak negara mitra di Asia Tenggara (ASEAN) untuk bersama-sama memerangi plastik laut. Dengan kolaborasi dia yakin bahwa Indonesia dan negara mitra dapat menyediakan lingkungan yang sehat bagi generasi masa depan.
"Untuk itu, perkuat kolaborasi berbagai pihak dan dukungan negara mitra, apakah ini sangat penting?," tanya dia.
"Dengan adanya kerja sama antar negara-negara ASEAN saya sangat optimis bahwa kita dapat menyediakan lingkungan yang sehat bagi generasi masa depan untuk hidup. Bersama-sama kita dapat membuat perbedaan yang berarti," bebernya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.