JAKARTA - PT Pertamina (Persero) menurunkan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) Non Subsidi yang dilakukan pada Pertamax Series dan Dex Series.
Harga BBM jenis Pertamax, Pertamax Green 95, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex turun sedangkan untuk Pertalite atau BBM subsidi tidak mengalami perubahan.
Perubahan ini telah disesuaikan dengan penetapan harga yang diatur dalam Kepmen ESDM No.245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai perubahan atas Kepmen No. 62/K/12/MEM/2020 tentang formulasi harga JBU atau BBM non subsidi.
Berikut Okezone rangkum Fakta Pertamina Turunkan Harga BBM per November 2023 hingga Pertimbangannya, Sabtu (4/11/2023).
1. Harga BBM Turun
PT Pertamina (Persero) menurunkan harga BBM non subsidi Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite pada 1 November 2023. Penurunan harga BBM Pertamina tersebut berlaku di seluruh SPBU se-Indonesia,
2. Daftar Harga BBM Pertamina
Pertamax Series
Pertamax (RON92) turun menjadi Rp13.400 per liter dari sebelumnya Rp14.000.
Pertamax Green 95 (RON95) turun menjadi Rp15.000 per liter dari sebelumnya Rp16.000 per liter.
Pertamax Turbo (RON 98) turun menjadi Rp15.500 per liter dari sebelumnya Rp16.600.
Dex Series
Dexlite (CN 51) disesuaikan menjadi Rp16.950 per liter dari sebelumnya Rp17.200.
Pertamina Dex (CN 53) turun menjadi Rp17.750 per liter dari sebelumnya Rp17.900.
Harga baru ini berlaku untuk provinsi dengan besaran pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) sebesar 5% seperti di wilayah DKI Jakarta.
3. Alasan Penurunan
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting menjelaskan bahwa harga BBM non subsidi bersifat fluktuatif, sehingga Pertamina melakukan evaluasi secara berkala mengikuti tren dan mekanisme pasar. Pertamina melakukan penyesuaian harga mengikuti tren harga minyak dunia dan harga rata-rata publikasi minyak.
“Harga BBM non subsidi Pertamina mempertimbangkan berbagai aspek diantaranya minyak mentah, publikasi MOPS dan Kurs, agar Pertamina tetap dapat menjamin penyediaan dan penyaluran BBM hingga ke seluruh pelosok Tanah Air,” ujar Irto.
4. Penyebab Harga BBM Berubah
Masyarakat diharapkan lebih memahami bahwa sewaktu-waktu penyesuaian harga juga bisa kembali terjadi tergantung pada kondisi harga minyak dunia yang menjadi bahan baku utama untuk memproduksi BBM.
"Tetapi disadari juga konflik Timur Tengah ini berpotensi mengerek harga ke level lebih tinggi tentu nanti ke depan ada potensi penyesuaian," ujar Komaidi.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.