JAKARTA - Calon Presiden Ganjar Pranowo mengungkapkan empat langkah untuk memperkuat industri Ekonomi Kreatif (Ekraf) dalam negeri. Pertama meningkatkan pendidikan dan kesadaran terkait Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebagai pengakuan terhadap karya seniman.
Kedua, menyederhanakan proses perizinan yang seringkali rumit.
Langkah ketiga melibatkan pembuatan program pencarian bakat untuk anak-anak kreatif yang berpotensi.
Keempat, menjadikan seniman sebagai diplomat internasional untuk meningkatkan pengakuan industri Ekonomi Kreatif dalam negeri di tingkat global.
Ganjar mencontohkan tentang suksesnya industri Ekonomi Kreatif Korea Selatan dalam mendapatkan ketenaran di pasar internasional.
“Banyak seniman kita hebat berkelas dunia, kenapa kita tidak memanfaatkan itu. Mereka dipuja di seluruh dunia dan itu pasti akan menjadi brand, tidak hanya untuk dirinya, tapi kalau kita tarik untuk negara, kita bisa berkolaborasi menyampaikan pesan tentang Indonesia keluar,” kata Ganjar, Rabu (15/11/2023).
Pria berambut putih tersebut mengungkapkan bahwa telah berinteraksi dengan sejumlah individu yang aktif dalam industri kreatif. Pengalaman ini memberinya wawasan mengenai potensi anak muda Indonesia untuk menjadikan sektor industri kreatif sebagai kekuatan utama bagi negara.
"Tiga anak muda yang selalu saya contohkan, ada Nikki, Rich Brian, dan Putri Ariani. Betapa mereka anak muda kreatif yang sangat hebat. Dan di Indonesia, masih banyak anak muda berbakat lainnya yang bisa membuat ekonomi digital kita jaya," ucap Ganjar.
Kaitan Antara Ekonomi Kreatif dan Industri Kreatif
Sektor ekonomi kreatif menjadi semakin penting dan diupayakan di banyak negara saat ini, dipicu oleh kebutuhan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Secara umum, ekonomi kreatif berkontribusi dalam menghasilkan pemikiran dan inovasi terkini, baik dalam bentuk layanan maupun produk/.
Oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa ekonomi kreatif menjadi salah satu pilar penting dalam perekonomian suatu negara. Ekonomi kreatif dianggap memiliki dampak yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi suatu negara.
Ekonomi kreatif merupakan salah satu inisiatif untuk membangun perekonomian negara secara berkelanjutan. Sektor kreativitas menciptakan suatu iklim yang kompetitif dan memanfaatkan sumber daya yang tak terbatas guna mewujudkan tujuan tersebut.
Istilah "ekonomi kreatif" dan "industri kreatif" memang sudah menjadi hal umum dan menjadi tren dalam ekonomi global. Kedua konsep ini, meskipun berbeda, memiliki keterkaitan satu sama lain.
Ekonomi kreatif adalah suatu konsep ekonomi yang mengandalkan kreativitas untuk menghasilkan ide-ide inovatif. Hal ini melibatkan pemanfaatan potensi kreatif dalam menciptakan nilai ekonomi. Di sisi lain, industri kreatif adalah suatu proses di mana kreativitas digunakan untuk menciptakan produk-produk ekonomi.
Hubungan antara ekonomi kreatif dan industri kreatif dapat dijelaskan dengan fakta bahwa ekonomi kreatif menciptakan fondasi atau landasan bagi perkembangan industri kreatif. Dalam hal ini, ekonomi kreatif memberikan fondasi bagi ide-ide baru yang kemudian dijalankan dan dihasilkan dalam industri kreatif, menciptakan produk dan layanan yang memiliki nilai ekonomi.
Oleh karena itu, ekonomi kreatif berperan sebagai pendorong utama untuk mengubah kreativitas menjadi kenyataan dalam bentuk produk dan layanan yang bisa dipasarkan.
Dengan kata lain, ekonomi kreatif memberikan landasan konseptual dan ide-ide inovatif, sedangkan industri kreatif merupakan manifestasi nyata dari pemanfaatan kreativitas tersebut dalam menciptakan produk dan layanan yang dapat diperdagangkan di pasar ekonomi.
Contoh Kaitan Ekonomi Kreatif dan Industri Kreatif
Sebagai ilustrasi, sektor film dan musik, bagian dari industri kreatif, dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) suatu negara. Sebagai respons, beberapa pemerintah mengambil tindakan untuk meningkatkan dukungan terhadap industri kreatif melalui insentif fiskal, akses modal, dan infrastruktur pendukung.
Di zaman yang serba digital, perkembangan ekonomi dan industri kreatif semakin cepat berkat internet dan teknologi informasi. Munculnya platform digital seperti YouTube, Instagram, dan TikTok memberikan kesempatan kepada pelaku ekonomi kreatif dan industri kreatif untuk menjangkau lebih banyak pasar dan meningkatkan keuntungan mereka.
Meski begitu, hal ini juga menimbulkan masalah baru seperti hak cipta dan perlindungan data yang perlu dihadapi.
Secara keseluruhan, hubungan erat dan saling melengkapi antara ekonomi kreatif dan industri kreatif menjanjikan potensi besar sebagai sumber daya penting bagi kemajuan ekonomi dan sosial, dengan syarat adanya dukungan memadai dari pemerintah dan masyarakat.
(Feby Novalius)