Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Impor Indonesia Tembus USD18,67 Miliar di Oktober 2023, Turun 2,4%

Michelle Natalia , Jurnalis-Rabu, 15 November 2023 |12:10 WIB
Impor Indonesia Tembus USD18,67 Miliar di Oktober 2023, Turun 2,4%
Impor RI pada Oktober Turun (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Indonesia mencapai USD18,67 miliar di Oktober 2023. Angka ini naik 7,68% dibandingkan September 2023 atau turun 2,42% dibandingkan Oktober 2022.

"Impor migas Oktober 2023 senilai USD3,21 miliar, turun 3,66% dibandingkan September 2023 dan turun 4,68% dibandingkan Oktober 2022," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini dalam Rilis BPS di Jakarta, Rabu (15/11/2023).

Sementara itu, impor non migas Oktober 2023 senilai USD15,46 miliar, naik 10,37 persen dibandingkan September 2023 dan turun 1,94% dibandingkan Oktober 2022.

"Peningkatan impor golongan barang nonmigas terbesar Oktober 2023 dibandingkan September 2023 adalah mesin/perlengkapan elektrik dan bagiannya senilai USD386,8 juta (21,06%). Sementara penurunan terbesar adalah besi dan baja USD47,4 juta (5,30%)," tutur Pudji.

Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–Oktober 2023 adalah China USD51,03 miliar (33,09%), Jepang USD13,92 miliar (9,02%), dan Thailand USD8,55 miliar (5,55%). Impor nonmigas dari ASEAN USD25,78 miliar (16,72%) dan Uni Eropa USD11,80 miliar (7,65%).

Menurut golongan penggunaan barang, nilai impor Januari–Oktober 2023 terhadap periode yang sama tahun sebelumnya terjadi peningkatan pada golongan barang modal senilai USD2.749,3 juta (9,32%) dan barang konsumsi USD1.138,6 juta (6,96%).

"Sementara impor bahan baku/penolong turun USD19.317,3 juta (12,65%)," pungkas Pudji.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement