Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

IHSG Sepekan Lesu 0,19% ke Level 7.227

Pika Piqhaniah , Jurnalis-Sabtu, 20 Januari 2024 |07:43 WIB
IHSG Sepekan Lesu 0,19% ke Level 7.227
IHSG Sepekan Merosot. (Foto: Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan ini menurun dibandingkan pekan sebelumnya. Pada penutupa perdagangan terakhir IHSG berada di level 7.227.

Berdasarkan data perdagangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (20/1/2024), IHSG pekan ini ditutup penurunan sebesar 0,19% menjadi berada pada posisi 7.227,402 dari 7.241,138 pada penutupan pekan lalu.

Pada penutupan perdagangan, Jumat (19/1/2024), terdapat 196 saham menguat, 327 saham melemah dan 238 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp9,5 triliun dari 15,4 miliar saham yang diperdagangkan.

Indeks LQ45 melemah 0,17% ke 971,296, indeks JII melemah 0,18% ke 524,04, indeks IDX30 melemah 0,31% ke 497,236 dan indeks MNC36 melemah 0,19% ke 369,214.

Untuk indeks sektoral kompak melemah yakni energi 0,54%, industri 0,34%, siklikal 0,22%, kesehatan 0,65%, keuangan 0,02%, properti 0,22%, teknologi 0,2%, infrastruktur 0,47%, transportasi 0,85%. Sedangkan yang menguat hanya sektor barang baku 0,71%, non siklikal 0,01%.

Meski demikian, peningkatan terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian saham selama sepekan sebesar 9,22% menjadi Rp10,68 triliun dari Rp9,78 triliun pada sepekan yang lalu.

Peningkatan tersebut juga diikuti oleh penurunan pada kapitalisasi pasar Bursa yakni sebesar 0,60% menjadi Rp11,352 triliun dari Rp11,420 triliun pada pekan sebelumnya.

Lalu, pada rata-rata frekuensi transaksi harian saham selama sepekan ini berubah sebesar 1,68% menjadi 1.235.025 kali transaksi dari 1.214.622 kali transaksi pada pekan lalu.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement