JAKARTA - PT Artajasa Pembayaran Elektronis (Artajasa) siap membantu Bank Indonesia (BI) untuk percepatan dan perluasan digitalisasi daerah.
“Berdasarkan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025, Bank Indonesia (BI) mengemban dua tugas, salah satunya ialah percepatan sama perluasan digitalisasi daerah, itu ada timnya (Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah/TP2DD). Nah, kita bantu juga Bank Indonesia membantu bank-bank, terutama bank daerah, akan adanya digitalisasi daerah,” kata Direktur Bisnis Artajasa Heru Perwito, dikutip dari Antara, Selasa (26/3/2024).
Dia menjelaskan, beberapa bentuk bantuan yang diberikan Artajasa terhadap bank-bank daerah adalah solusi seperti internet banking, mobile banking, hingga menyediakan Smart Electronic Data Capture (EDC).
Khusus layanan Smart EDC, solusi tersebut dinilai dapat meningkatkan retribusi daerah, misalnya dengan memanfaatkan EDC untuk pembayaran parkir secara digital.
Pihaknya dinyatakan juga membantu BI dalam menyediakan aplikasi kartu kredit untuk bank-bank daerah, terutama yang berada di pelosok.
“Mereka baru terbiasa pakai kartu ATM (Anjungan Tunai Mandiri) atau kartu debit. Untuk bisa membangun kartu kredit, itu butuh persyaratan yang cukup-cukup besar dari BI," katanya.
Artajasa juga membantu menyediakan solusi-solusi tersebut dan solusi kartu kredit itu tidak hanya digunakan melayani pemerintah daerah, tapi juga bisa digunakan untuk melayani nasabah-nasabah dari luar negeri.
"Jadi, selama aplikasi yang kita kembangkan itu tidak hanya untuk melayani pemerintah daerah, tapi juga bisa melayani customer mereka sendiri atau membangun bisnis yang sekarang,” ujarnya.