"Salah satu upaya konkrit menuju pariwisata berkualitas adalah konservasi lingkungan dengan melakukan antara lain rehabilitasi hutan bakau yang mempunyai kapasitas besar dalam menyerap karbon," terang Odo.
“Sebagaimana riset dari CIFOR, hutan bakau merupakan salah satu hutan terkaya karbon di kawasan tropis, yang mengandung lebih dari 1000 Mg karbon per hektar (Brief Center for International Forestry Research-CIFOR 2023)," tuturnya.
Odo menerangkan, 12% wisata domestik dijangkau menggunakan transportasi udara, 3% dengan transportasi perairan dan 85% menggunakan transportasi darat.
Untuk harga tiket pesawat sendiri 72% dipengaruhi oleh empat faktor, diantaranya avtur (35%), perawatan pesawat (16%), sewa pesawat (14%) hingga asuransi pesawat (7%).
Baca Selengkapnya: Pungutan Iuran Pariwaisata dari Tiket Pesawat, Ini Penjelasan Anak Buah Luhut
(Taufik Fajar)