JAKARTA — Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan dirinya pernah kesal dengan Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Bambang Susantono dan Wakilnya Dhony Rahajoe. Hal tersebut terjadi pada saat keduanya masih menjabat.
Menurut pengakuan luhut, ia kesal dengan Bambang dan Dhony karena keduanya memiliki tanggung jawab yang besar sebagai pemimpin dalam memutuskan sesuatu untuk pembangunan IKN.
"Lu (Bambang dan Dhony) sudah punya kewenangan semua, ya lakuin dong, saya kesal saja lihatnya," ujar Luhut dalam acara talkshow di Menara Global, Jakarta Pusat, Selasa (4/6/2024).
Luhut menambahkan bahwa landasan regulasi Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2023 tentang Ibu Kota Negara menurutnya belum memberikan hasil yang optimal dalam pembangunan IKN.
"Kalau menurut saya semua UU yang dibutuhkan sudah kuat dia punya, kasarnya dia bikin keputusan apa juga jalan. (Bambang dan Dhony mundur) menyangkut leadership saja, kita tidak bisa bicara aib orang lah," tambahnya.
Dari kacamata luhut, Bambang dan Dhony dinilai sebagai pemimpin yang belum mampu untuk mengambil keputusan yang cepat dan tepat untuk mendukung percepatan pembangunan IKN. Salah satu contohnya adalah masalah lahan di IKN yang tak kunjung jelas statusnya.
Padahal menurutnya, masalah pembebasan lahan menjadi tanggung jawab Badan Otorita untuk menyelesaikannya. Namun investor yang hendak masuk ke IKN terkadang malah masih terkendala ketersediaan lahan karena belum jelas status tanahnya.
"Sebenarnya kita tidak enak lah buka aib orang, kan sudah lewat, tapi sebenarnya ada sesuatu yang jauh lebih cepat, tapi tidak bisa membuat keputusan, ya tidak jalan jalan barang itu, sederhananya itu lah," kata Luhut.
"Kita makan kadang sendok tidak pas kan masalah, tetapi makanan sudah ada ya lu campur dong yang benar, itu tugas kau sebagai pemimpin, harus berani dong ambil resikonya," pungkasnya.
Baca Selengkapnya: Akui Pernah Kesal dengan Kepala dan Wakil Otorita IKN, Luhut: Kita Tak Bisa Bicara Aib Orang
(Kurniasih Miftakhul Jannah)