Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kelas Menengah RI Jatuh Miskin, Wamenkeu Thomas Sebut PR Besar Prabowo

Anggie Ariesta , Jurnalis-Kamis, 26 September 2024 |10:05 WIB
Kelas Menengah RI Jatuh Miskin, Wamenkeu Thomas Sebut PR Besar Prabowo
Wamenkeu Thomas soal Kelas Menengah (Foto: MPI)
A
A
A

BANTEN - Wakil Menteri Keuangan II Thomas Djiwandono menyebut kelas menengah yang turun adalah dampak pasca pandemi Covid-19. Menurutnya anjloknya kelompok kelas menengah tersebut adalah tantangan bagi pemerintahan Prabowo Subianto menuju Indonesia Maju.

"Saya rasa ini memang menjadi PR pemerintahan Pak Prabowo yang utama bagaimana supaya kita mencari solusi jangka panjang ya untuk kembali ke level pra pandemi," kata Thomas dalam media gathering di Anyer, Rabu (25/9/2024).

Thomas menegaskan bahwa pandemi Covid-19 yang terutama terjadi dalam periode 2020-2022 telah membuat aktivitas ekonomi menurun, dan dampaknya menimbulkan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Sehingga, lanjut Thomas, dampak pandemi merupakan faktor eksternal yang merupakan buntut dari kondisi pandemi, dan itu terlepas dari kebijakan pemerintah.

“Jadi jangan dianggap (karena) ada kebijakan tertentu tiba-tiba kelas menengah turun terus. Saya garisbawahi bahwa tantangan-tantangan yang dihadapi oleh kelas menengah ini bukan karena kebijakan yang kurang," ungkap Thomas.

Di samping itu, Thomas juga menyampaikan pandangannya mengenai spending atau pengeluaran dari kelompok kalangan menengah. Dia mengkritisi pengeluaran yang besar pada sektor makanan.

“Sekarang spendingnya lebih banyak di-shift ke makanan, ini menunjukkan bahwa spending yang tadinya baju, jalan-jalan, sekarang berubah. Ini memang menjadi suatu hal yang dicermati betul,” jelasnya.

Thomas memastikan Kementerian Keuangan memiliki konsentrasi pada permasalahan anjloknya kelompok kelas menengah, terutama digodok di Badan Kebijakan Fiskal (BKF).

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement